Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Menjadi Secure itu Sungguh Benar-Benar Penting.
Alangkah tenangnya pribadi kalau menguasai seluruh elemen “secure”
untuk hidup di Bumi. Tetap tenang dan membumi, walau hujan, banjir, badai, atau
gempa. Namun, kenyataannya tidak semudah itu.
Harus diakui, ada gonjang-ganjingnya, terutama saat
menghadapi awal-awal tahun baru 2026 – dari menjelang pergantian tahun, hari
pertama, hingga pagi tadi.
Taby, berhubung resolusiku tahun ini adalah kelanjutan dari
resolusi tahun kemarin, sepertinya harus ada tambahannya sedikit, Lol.
Menyadari bahwa aku tergolong salah satu penduduk bumi dengan
Anxious attachers, sehingga aku perlu memperbaiki pola komunikasi agar mendapatkan informasi yang kubutuhkan dengan tujuan tidak membuatku
overthinking atau berasumsi berlebihan. Ini penting agar aku tidak kepikiran
sendiri. Jadi kepikirannya rame-rame. Ckck.
“Aku selalu mencoba mengklarifikasi perasaanku dengan teman
dekat, karena aku tak ingin menyembunyikannya.”
Namun ini menjadi suatu hal yang berbeda jika aku berhadapan
dengan orang baru. Aku tidak tahu pola komunikasi mereka atau tingkat kejujuran
hati mereka. Diluar kendaliku bagaimana mereka berinteraksi denganku, dan akan
sangat aneh rasanya jika aku langsung memperkenalkan diri sebagai anxious
attacher.
Yang aku harapkan hanyalah kejujuran:
“tolong, jujur saja denganku. Aku menghargai kejujuran,
sungguh. Tidak perlu topeng atau berpura-pura”. Kalau pun topen juga adalah kejujuran, ya bagaimana ya.
Taby, kepura-puraan melelahkanku. Karena aku sulit
menghubungkan ketidaksesuaian kata dan perbuatan, apalagi di tengah
konflik atau miskomunikasi. Celakanya,
jika itu terjadi disaat aku tidak memiliki ruang untuk menjelaskan atau membela
diri. Akhirnya aku hanya bisa diam dan pasrah.
Aku bisa memahami jika seseorang membutuhkan ruang atau jeda.
Namun, yag sulit bagiku adalah diamnya seseorang tanpa penjelasan - dan
berharap aku bisa menebak alasannya sendiri. Rasanya seperti beban bagiku. Tolong,
aku juga bukan cenayang. Dan aku tidak marah, yang penting disampaikan dengan
cara yang baik, tidak sinis, dan kalau boleh, disertai kelembutan, tatapan
penuh ketulusan. Aduhai. Hehe.
Taby, belakangan aku memahami tentang makna “Detachment”
yang sejati.
“Detachment itu bukan mematikan rasa. Detachment
adalah mengembalikan kendali ke dirimu”
Tenyata, “detach” itu bukan berarti menjauh atau menghilang. Tapi
mengembalikan diri ke keutuhan diri. Dalam prosesnya kita merehabilitasi diri
dengan “jarak”, untuk memurnikan, menetralkan keterikatan yang pernah ada.
Taby, bukan kah ini masih menjadi bagian dari cita-cita
seumur hidupku? Memperoleh Qalbun Salim. Hati yang tenang, mempelajari seni
detach dalam hubungan antar manusia (hablumminannas). wow.
Aku selalu berusaha mengurangi asumsi melalui komunikasi. Tapi
terkadang aku jadi tidak berani mengungkapkan sesuatu ketika “pintu bertanya”
ditutup oleh diam, penghakiman tanpa klarifikasi, atau rasa acuh. Aku mengerti,
tidak ada yang sempurna selain Yang Maha Sempurna. Siapa yang mampu benar-benar
mencitai selain Yang Maha Cinta?
“Menjadi secure dalam meregulasi emosi itu memang penting”
Selamat beristirahat, Taby :)
Aku kutip tulisan cantik dari postingan instagram:
“Anxious attachers can handle boundaries.”
They can handle space.
They can handle a pause.
What they can’t handle is silence that feels like
abandonment.
It’s not about needing constant closeness. It’s about needing
to know: “are we still okay?”
It’s not about control.
They’re not asking for 24/7 contact.
They’re not trying to be too much.
They just need reassurance that connection hasn’t
disappeared.
They’re really asking: when will you be back?
Is this space a break – or a goodbye?
What helps? Clarity.
“I care about you I just need an hour to reset.”
“I’ll text you later – I’m not ignoring you, I’m just
overloaded.”
It calms the nervous system.
It says: “You’re still safe here.”
Anxious attachers don’t need perfect regulation. They need
communication.
Simple. Human. Honest.
We don’t fear space.
We fear disconnection with No. explanation.
We’re not asking for control.
We’re asking for accountability.
Tell us what’s going on.
Let us feel included, not discarded.
It’s not about fixing everything now.
It’s about knowing we haven’t been dropped. - https://www.instagram.com/p/DS3On6kkqx8/?igsh=dnI2dDdtc2YyZzE4
“Clarity”, right? Good Night.
Comments