Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Apakah Kamu Juga Melakukan Journaling?
Mengenal Diri Sendiri Melalui Jorunaling, melakukan refeleksi, jujur dan mevalidasi diri secara internal. – Panjang bett judulnya wkwk
Taby, 24 jam rasanya tidak cukup. Kurang berkah atau memang
waktu berjalan semakin terburu-buru? Kemarin aku dalam sehari berputar-putar
memasuki antara satu DIY ke DIY yang lain untuk mencari buku catatan yang
sesuai seleraku. Tapi kok tidak ada yang benar-benar pas ya, sampai tetiba
waktu sudah semakin sore. Agh, sepertinya yang “ini” cocok sebagai penyambung
jurnalingku dari tahun lalu untuk tahun baru.
Di tengah rutinitas yang dijalani dengan cepat, apakah kamu
pernah asing dengan dirimu sendiri? Kita bangun pagi, menyelesaikan tanggung
jawab, berinteraksi dengan banyak hal, lalu tidur—tanpa benar-benar sempat
bertanya: apa yang sebenarnya aku rasakan hari ini? Apa aku sudah jujur
dengan keselarasan perasaan dan perbuatankuku hari ini?
Dengan journaling, kamu dapat merefleksikan keseharian yang
sudah dijalani. Refleksi sehari-hari adalah cara sederhana namun bermakna untuk
melihat diri ke dalam. Bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami. Dari
sanalah proses bertumbuh sering kali dimulai. Bisa jadi, hehe. Aduh prokrastinasi,
adudu.
Taby, dengan Journaling, kamu dapat menyadari, mengamati,
dan memahami pengalaman pribadi—baik pikiran, emosi, maupun tindakan—tanpa
perlu menyalahkan diri sendiri. (yang penting validasi internal terhadap diri).
Kita tidak hanya menjalani hari, tetapi juga belajar
dari hari itu. Atau kamu biasanya abai? Dan langsung tidur tanpa peduli?
Banyak konflik batin muncul bukan karena masalah besar,
melainkan karena perasaan yang terus dipendam. Tanpa meluahkannya, emosi sering
menumpuk tanpa arah.
Sebagai seseorang yang merasa cepat lelah sesudah mengumbar
energi (ya apalagi saya terlihat begitu energic dan semangat berapi-api ya. Kelihatannya
ckck), maka journaling dapat membantu mengenali dan menvalidasi emosi yang
sering muncul, meningkatkan kesadaran diri, memahami apa yang sebenarnya sedang
dibutuhkan (uang sepertinya. Iya ini tentang uang. Astaghfirullah maap), juga
mengurangi stres dan overthingking. Journaling membuat kita lebih jujur pada
diri sendiri, tanpa harus selalu kuat di hadapan orang lain.
Taby, journaling tidak harus rumit atau panjang. Yang
terpenting adalah konsistensi dan kejujuran. Berdasarkan pengalaman pribadi,
aku melakukan journaling saat sedang sendiri, di waktu-waktu sebelum tidur atau
pagi, kadang tidak menentu juga, bisa siang hari atau saat aku sudah sangat
merasa berat di hati. Yang penting ada yak ckck.
Walau saat itu kamu tidak tahu harus menulis apa, ya sudah tinggal
tulis “tidak tahu menulis apa” atau sedang kesal, tulis “kesal kesal kesal”. Yang
penting jujur. Kamu tidak disuruh mengarang di lembaran catatan harianmu, kamu
hanya perlu menulis apa yang dirasakan dan mau diluahkan. Jika tidak terbiasa
menulis panjang, satu paragraf pun sudah cukup.
Kamu tidak perlu menulis dengan bahasa indah—cukup jujur. Journaling
bukan untuk dibaca orang lain, melainkan untuk memahami diri sendiri. Sangking rahasianya,
simpan buku itu di tempat aman okay? Jangan biarkan cicak putih membacanya.
Kunci utamanya adalah kehadiran penuh—bukan sekadar mengisi
waktu luang.
Ajukan Pertanyaan Sederhana pada Diri Sendiri
“Apakah aku menyukainya?” “apakah aku harus mengungkapkannya?”
“apakah tepat responku saat berinteraksi dengan si fulan? Pertanyaan-pertanyaan
yang muncul dari dalam diri membantu membuka ruang dialog dengan diri sendiri. Lalu,
jawablah. Jangan berbohong. Menerima perasaan adalah langkah awal untuk
memprosesnya dengan sehat.
Taby, setelah beberapa waktu melakukan refleksi, kamu mungkin
mulai menyadari beberapa hal: “apa yang sering membuatmu lelah, apa yang kamu
sukai dari interaksi hari ini?” “apakah setelah berbicara dengan fulan, batinmu
menjadi tidak nyaman atau nyaman sekali?”. Hal – hal tersebut membantu meningkatkan
kesadaranmu terhadap dirimu dan menjadi lebih bermakna. Jika ada yang perlu
diperbaiki, walau hal kecil, maka pelan-pelan, menjadi lebih baik. (intinya
jangan prokrastinasi.. ya salaam. Bagaimana yak ckck)
Journaling membuatmu belajar mengenali dan menerima
kekurangan maupun kelebihan, memahami batas diri. Journaling juga membantu kita
berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua hari harus produktif, dan tidak
semua perasaan harus segera diselesaikan. Nikmati saja... (nah kaan).
Taby, mengenal diri sendiri bukan tentang menemukan jawaban
besar dalam semalam. Ia hadir melalui proses yang pelan, melalui
pertanyaan-pertanyaan kecil yang jujur, dan melalui keberanian untuk berhenti
sejenak. Kamu tidak telat atau tertinggal.
Melakukan refleksi dengan menulis atau menggambar emosi yang
kamu rasakan adalah bentuk perhatian pada diri sendiri. Di dunia yang sering
menuntut kamu untuk terus bergerak, refleksi mengajarkan bahwa berhenti sejenak
juga merupakan bagian dari perjalanan. Nanti gerak lagi ya! Semangatt. I love
me.
Jadi taby, kamu sudah meluahkannya hari ini?
Taby, kamu siapa? Ckck.
Comments