Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Alumni Kos Kak Lela
Mengusahakan 30 hari bercerita.
Mengikuti standar google agar segera mendapat approve adsense
dan iklan kembali muncul disini, atau menulis sesuka hatiku saja?
Pertama-tama aku harus menjadi diriku, mewaraskan keinginanku
menulis karena memang aku kembali mau. Rasa insecureku yang dulu karena lebih
sering typo daripada benar, dan kadang-kadang mendobrak kata depan atau bagaimana
tata tulis yang benar, aku beranikan saja untuk melawan hal itu. Sebab, tidak
perlu sempurna dulu, yang penting memulai kembali, melanjutkan, baru nanti
kalau sudah terbangun kebiasaan menulis yang rutin, disempurnkan pelan-pelan. Aku
sedang menghibur diriku. Memvalidasi diriku. Contoh nyata dari journalingku,
disini.
Life is never flat, dan konsistensi disertai disiplin memang
mahal harganya. No pain, no gain. Aiih. Teori memang mudah diucapkan, pada
praktiknya aku juga kelimpungan. Mau tidak mau.
Dua hari ini aku bertapa di kosan. Survive dengan menggoreng tempe
(yang dibeli oleh temanku saat berkunjung kemari, yang ketika pulang dia
mendapat teguran dari pemilik kos sebab tidak memacok pintu garasi, saat itu ia
sedang sakit kaki. Setelah menutup garasi, tidak turun dari motor lagi,
terpantau cctv, hingga sungkan kembali ke sini karena malu di kamis sore nanti.
Oh ayoolah... tetap kesini :v biasa itu. Ayoolaah ckck.), teri, nasi hangat rice
cooker. Ah iya, aku juga membuat ketjap dengan irisan cabe rawit hijau.
Setelah maghrib, aku keluar ke rumah makan Hana, memesan
takoyaki, coklat pave, okonomiyaki dan lemon tea dingin. Aku juga memaksa kaka
kosku yang dulu untuk bergabung dan menemani. Ia hadir sambil bertelfonan
dengan seluruh kaka kaka kosku yang lain. Yaa salam wkwk.
Kosku saat berkuliah dulu memang unik, walapun per kamar,
kami saling mengenal satu sama lain dan kerap merasa dekat. Mereka suka
berkumpul. Informasi apapun akan keluar disana. Dan meskipun aku bertapa di
kamarku, mereka masih mau memasukkanku ke dalam circle. LOL. Dan budaya itu
masih diteruskan, meskipun beberapa diantara kami berpencar jauh satu sama
lain, masih ada teknologi untuk dimanfaatkan. Watsapp Group call.
Saat aku mengatakan baru keluar setelah dari dua hari yang
lalu - dari pantai, mereka tidak heran. “ya, kami tahu. Kau sedang ingin
melihat dunia dan makan disini, bukan?” aku tertawa.
Dua kaka kosku sudah menikah dan dua lagi belum, dan aku
bersama teman sebayaku yang tidak hadir melalui telfon, juga belum. Sebab tidak
ada dia, jadi aku merasa sendiri, lebih banyak mendengarkan petuah-petuah,
biasanya aku dan dia yang menjadi pendengar.
Dua yang sudah menikah bercerita tentang pengalaman mereka,
dua yang belum menikah bertanya kepada yang sudah, mengetack disertai candaan,
dan aku ikut peran sebagai yang memriahkan dengan tertawa, lagi. They still
want to adopt me, ya Allah wkwkwkwk.
Kaka kos yang menghampiriku di sana tadi sedang sakit, flue. Lekas
pulih, kak. Setelah membayar tagihan makanan, beliau mengingatkan “langsung pulang,
Ata. Jangan melalak kemana-mana”. Ya Allah, “iya kaak, iyaaa.”
Sesampai di kos, telfon group itu masih berlanjut. Giliranku bercerita,
dan yaa begitulah ckck. Setelah itu semua bubar, diawali dari salah satu
diantara mereka yang ingin tidur cepat-sebagai resolusi 2026 beliau. Wow. Okay dengs,
sekarang giliranku. Good night di jam segini. Hehe..
Comments