Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
Your Own Movie
Bismillahirrahmanirrahiim… Assalamu’alaikum wr wb.
Aku senang sekali, mengetahui kabarmu baik disana. Mengetahui
engkau bahagia dan belajar banyak hal. Aku disini, selalu senang melihat apapun
itu yang kau lakukan. Asalkan engkau merasa penuh bagi dirimu. Tapi tak
mengapa, perlihatkan saja sedihmu padaku, aku tidak akan menghakimi kekurangan
siapapun itu, sebab aku paham bahwa kekurangan juga bagian dari kehidupan dan
proses berkembang. Dan sungguh, tidak ada kesempurnaan yang ada pada kita. Aku berbahagia
dengan apapun kamu dulu, sekarang, dan kamu dimasa depan. Aku menerima kebaikan
teman-temanku, tanpa meminta balasan apa-apa, sebab aku juga memiliki
kekurangan yang kadang tidak sengaja pernah mengecewakanmu. Aku meminta maaf,
dan tetap selalu mendukungmu dimanapun kamu berada. Siapapun itu
Disini hujan, apa disana hujan?
Baru saja reda…..yah mulai lagi deng.
Aku tidak suka hal-hal yang ribet, seperti memikirkan model
baju yang harus dijait. Tapi ayolah, mari effort sedikit. Lihat teman-teman
produktifmu, jadi kenapa aku memuja kemageranku? Padahal ya ampun. Jangan pernah
menganggap remeh sesuatu, wahai aku. Jangan. Coba saja pokoknya ya.
Tulisan ke-22 dari 30haribercerita.
Aku menonton sebuah video yang katanya “Be the writer of
your own movie. Get off the script. Get off autopilot. Don’t repeat the same
days 10.000 times, and call it a life. Create the most axciting and extreme
version of you. Then, write it into existence.
Apa ini yang sedang aku lakukan? Menuliskannya menjadi nyata? flmku? Layakkah ditonton? Bahkan bagi diriku sendiri? Walaupun tanpa awal rencana kepastian? Apa itu mimpi?Apa itu hasrat dimasa mendatang? Bukankah aku
hanya perlu merasa utuh di saat-saat sekarang. Maka inilah mimpiku, utuh dalam
menjalani keseharianku. Tidak ingin berdrama menambah masalah, meninggalkan
perdebatan, dan terus berjalan pada kepositifan diri. Ya aku tahu, aku
mengerti, hal-hal negatif ada saja wujudnya menghampiri, maka tidak salah
bagimu jika menganggapku adalah sebuah kenegatifan, berangkatlah dariku dan
jangan lihat lagi aku ke belakang. Sebab aku juga akan melakukan hal yang sama
bagi yang telah mencemariku dan membuatku merasa seolah tak berharga. Berangkatlah,
dan jangan menoleh. Kau berhak menjadi lebih baik. Dan akhir dari flmku, tidak aku prediksi. Hehe
Tapi ini kehidupan, segala hal berjalan beriringan. Bahkan cartesius
yang ku pelajari sekalipun juga punya kenegatifan dalam dua garis sumbunya. X dan
y memiliki nilai negative. Dua titik yang terhubung membentuk satu garis, boleh
jadi salah satu titiknya berada pada absis atau ordinat negative. Atau sebuah
garis tersebut bisa saja tercipta sebab absis dan ordinatnya juga berbarengan
di nilai negative. Kalau saling mengerti, di sumbu manapun kau berada, kita
akan selalu terhubung membentuk satu garis.
Apa yang aku tulis? Yah. Lagipula, ini hanya tulisan belaka. Aku
tidak sedang mencaci sesuatu bukan? Aku tidak sedang merendahkan seseorang
bukan? Wallahi untuk apa merendahkan manusia, dimana sejatinya aku juga rendah
disini.
Jadilah dirimu tanpa perlu khawatir apa yang sedang
dibicarakan orang terhadapmu.
Jadilah dirimu yang perlu khawatir, bahwa Tuhanmu melihatmu
melakukan kesalahan dan kau tidak merasakan apa-apa. Wah celaka, apa itu aku? Tidak
ada lagi rasa bersalah dalam diriku? Sebab aku selalu merasa benar sendirian? Wah
celaka. Bagaimana ini.
Pemalas, kau hanya malas. Kau tidak hadir seutuhnya dalam
keseharianmu. Kau hanya hidup dalam imajinasi. Kau bukan putri! Dan dunia tidak
menjadikanmu ratu disini. Apa kau bidadari? Bukan juga. Jadi apa hakmu mengira
bahwa kau lebih baik dari sekerikil batu yang kau pijaki? Tidak juga. Jadi jangan
semena-mena. Dan jangan pula kau anggap dirimu begitu baik dimata dunia. Jangan
berbohong bahkan bagi dirimu sendiri.
Jadi benarkah? Kau benar-benar merasa utuh dalam keseharian? Tidak
kah kau ingin membagi kekelaman yang kau pendam? Bahkan kepadaku?
Baiklah, tak mengapa. Kau justru memarahi dirmu sendiri. yang kau kira "juga rendah dalam episode ini". Wassalam...
Comments