Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

RAHASIA SPESIAL

 Selamat malam handai taulan. Yang harusnya engkau beristirahat, maka beristirahatlah….

Apakah engkau menunggu tulisan hari ke-9 ini? Terima kasih, atau jika pun tidak, tidak apa-apa hehe.

Bismillahirrahmaanirrahim… Assalamu’alaikum, taby.

Kemarin aku mendapati sebuah video di reels ig. Percakapan antara seekor panda dan seekor bebek.

Jadi begini, si bebek adalah ahli memasak yang terkenal dikawasannya. Makanannya dianggap selalu lezat. Suatu hari, si panda bertanya kepada bebek “apa ramuan rahasia dari masakanmu?”

“rahasaianya adalah…… tidak ada.” Jawab bebek.

“hah? Benarkah?” respon panda

“iya, kamu mendengar jelas jawabanku kan? Tidak ada ramuan rahasia. Untuk membuat sesuatu menjadi special, kamu hanya harus percaya bahwa yang kamu buat/lakukan itu special.” Jawab bebek.

“Tidak ada resep rahasia….” ucap panda sambil terheran-heran.

Ternyata tidak perlu memikirkan banyak alasan untuk menjadikan sesuatu menjadi special.

Dalam berkegiatan, yang menjadikan itu special, berharga, adalah persepsi kita sendiri. Kalau kita menganggap yang kita lakukan itu bernilai, menyenangkan, sampai-sampai orang yang melihat mengira “ia begitu menikmati apa yang sedang ia lakukan. Apakah memang semenyenangkan itu?” padahal hal-hal sederhana itu adalah hal biasa yang orang lain perbuat. Namun karena kita begitu memaknai apa yang sedang dikerjakan, maka mungkin disitu pula letak keberkahan kegiatan, makanan, dan sebagainya.

Ada sebuah Tulisan juga yang kubaca di snap ig milik teman. Intinya “kita tidak perlu alasan yang masuk akal bagi orang lain untuk mengerti mengenai sebuah hubungan yang dijalani. Jika itu membuatmu nyaman, dan masuk akal bagi dirimu, maka itulah sebuah hubungan. Jika hubungan tersebut berupa persahabatan, ya sudah. Bersahabatlah karena kamu cocok dengan sahabatmu, bukan karena tanggapan orang lain mengenai kamu dan sahabatmu. Persahabatan atau hubungan apapun yang lain, tidak perlu untuk dijelaskan agar dipahami orang azas kemanfaatannya. Sebab ini bukanlah “community project”. Bertemanlah karena kamu ingin berteman. Bersilaturahmilah karena kamu memang ingin bersilaturahmi. Membantulah karena kamu memang mampu untuk membantu tanpa mengharap imbalan serupa. Jangan setelah kamu berbuat kebaikan, lantas kamu berharap bahwa orang yang kamu baiki tersebut melakukan perbuatan yang serupa denganmu. Secara tidak langsung, berarti kamu berharap kepada manusia. Kembalilah … kalau tidak kau akan kecewa, merutuki dunia dan playing victim dengan keadaan. Bukankah sebenar-benar kecewa adalah menaruh harap pada manusia? dan kemudian kau akan membenci? Mengotori hatimu sendiri? Jangan teman. Jangan

Baiklah wassalam. Maafkan aku, wahai aku. Dan selamat beristirahat teman-teman. Semoga kebaikanmu kepadaku, dibalas bertubi-tubi oleh Yang Maha Memberi Kebaikan kepadamu. Jika memang tidak melaluiku, maka semoga melalui orangg-orang lain yang kau jumpai dan syukuri.

"YOU JUST HAVE TO BELIEVE IT'S SPECIAL" :)

Comments

Popular Posts