Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

Puisi Bercahaya Auranya, Seperti Hatinya Yang Bersinar Benderang

 Tulisan ke 25 dari 30haribercerita,

Bercahaya Auranya, Seperti Hatinya Yang Bersinar Benderang

Oleh: Fadhilah Ata

Percaya tidak percaya jika benar ada, maka itu buah dari do’a

Saat kau sungguh-sungguh meminta

Saat kau merelakan diri berlapang dada

Saat kau hanya berharap tidak kepada selain-Nya

Kubaca ia, senyuman adalah Bahasa yang tidak perlu diterjemahkan

Benar demikian kutambahkan. Teduh sekali tatapannya, dan pandangan adalah kemurnian dari sendu yang diam. Menentramkan sekali rasanya, pada kebaikan yang meski tidak terlihat, namun dirasakan jiwa.

Bercahaya auranya, seperti hatinya yang bersinar benderang.

Saat hati juga pandai bersederhana dalam perasaan, maka gerakan juga sederhana dalam penyampaian. Tidak berlampau dan tidak berkurang. Pada kadar keseimbangan dan ketenangan.

Maka belajarlah dari gejolak danau yang gemericiknya susah untuk dijadikan cermin diri. Bacalah ombak pinggir pantai yang berbuih karena dangkalnya. Carilah hikmah-hikmah kebaikan dan jaga dirimu dari menjadi seperti orang yang tidak kamu ingini.

Terimalah niat-niat baik yang berlandaskan kejelasan dan kemurnian niat. Maka jika ranum ia, itulah buah dari do’amu. Maka jika tidak jadi kau dapati, belumlah waktumu menerima hakmu.

Berbenahlah tanpa perlu perhatian dan pengakuan

Cukupi dirimu dengan keyakinan kau berbuat dalam keadaan sebenar-benarnya berbuat bukan karena pencitraan dan sekedar dibuat-buat

Hargailah kebaikan biar sekecil senyuman yang didapat meski dari bayi yang baru lahir, yang tanpa tahu manfaatnya menjadi apa dan berguna sebagai apa bagi dunia.

Berjumpalah seolah kau tak memiliki hasrat apa-apa kepada manusia

Maka kau akan tahu, mana yang ia benar-benar berjumpa dengan kesejatiannya

Maka kau akan tahu, dimana letak percaya dan kenyamanan dirasa

 

Selamat bersejahtera ya, terima kasih telah membaca :)

Comments

Popular Posts