Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Membisiki Bumi
Sedikit rasa penasaranku, yang ku tumpahkan pada 6 baris berupa sajak dan tanya.
“Bicaranya tak main
Apa adanya dan jika adanya
Lelahnya sendiri, tertawanya bersama
Ingin kutanya, apa hari ini engkau bahagia?
Apakah engkau sakit disana?
Jawab angin dan temaram bulan, senyap menguap dan mata
terlelap”
Sesudah 6 baris tersebut, selanjutnya kutambahkan lagi
disini, dalam Tulisan ke-16 dari 30haribercerita.
Dimana letak menakjubkannya? Akan kusampaikan
Jika memandang langit dan bumi, maka kita tidak akan menyangka
bahwa keduanya akan bersama. Seolah jauh sekali dari cara mata memandang,
padahal dekat sekali dari posisi sujud yang membisiki bumi namun langit
mendengarkan.
Indah bukan? Dimana konsep ini kau temukan? Kalau kau pakai
nalar manusiamu, kau tak akan sampai. Tapi kalau kau pakai nalar hatimu, dan
nalar imanmu, maka kau akan paham apa yang sedang aku tuliskan.
Kau mengira sesuatu mustahil sebab dari caramu sebagai
manusia kau berfikir. Tapi kalau Ia berkata “jadilah”, maka mustahil itu tidak
ada. Yang ada hanyalah “kehendak-Nya” semata. Jadi sejauh mana kau pergi, jika
Ia berkata “kembali”, maka kau akan kembali. Atau jika Ia berkata “Hampiri”
maka Ia akan membawa manusia menghampiri.
Wahai penguasa waktu. Bila waktu ingin menebasku, maka tolong
aku, halangi aku dari tebasan itu. Atau kalau memang aku terkena tebasannya,
maka kebalkan aku dan mampukan aku melaluinya.
Wahai yang maha menyejukkan hati, damaikan gelagatku dan
gelagat manusia yang kusukai. Atau gelagat siapa saja yang saling menyukai. Baik
yang hidup dan yang telah mati, perbaiki gelagat-gelagat kami.
Wahai yang maha memberi rezeki, mudahkan segala pencapaian
dan pergerakan kami. Berikan kami kesabaran dalam menanam dan menuai. Berikan kami
kemampuan bersyukur jika yang nantinya dituai tidak sebanding harapan. Karena harapan
tanpa bandingan, adalah milik-Mu.
Wahai yang maha merekatkan akar kedalam tanah, dan memisahkan
malam dari rembulan, wahai yang maha mempertemukan takdir dan keadaan. Pertemukan
kami dengan hikmah-hikmah kebaikan seisi bumi.
Tidak jadi soal dimana kebaikan itu ada, selama kenyamanan
dan perlindungan dari-Mu selalu kami terima. Maafkan kami bahkan dari diri kami
sendiri.
Selamat beristirahat ya :)
- Get link
- X
- Other Apps
Comments