Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

Membisiki Bumi

 Sedikit rasa penasaranku, yang ku tumpahkan pada 6 baris berupa sajak dan tanya.

“Bicaranya tak main

Apa adanya dan jika adanya

Lelahnya sendiri, tertawanya bersama

Ingin kutanya, apa hari ini engkau bahagia?

Apakah engkau sakit disana?

Jawab angin dan temaram bulan, senyap menguap dan mata terlelap”

Sesudah 6 baris tersebut, selanjutnya kutambahkan lagi disini, dalam Tulisan ke-16 dari 30haribercerita.

Dimana letak menakjubkannya? Akan kusampaikan

Jika memandang langit dan bumi, maka kita tidak akan menyangka bahwa keduanya akan bersama. Seolah jauh sekali dari cara mata memandang, padahal dekat sekali dari posisi sujud yang membisiki bumi namun langit mendengarkan.

Indah bukan? Dimana konsep ini kau temukan? Kalau kau pakai nalar manusiamu, kau tak akan sampai. Tapi kalau kau pakai nalar hatimu, dan nalar imanmu, maka kau akan paham apa yang sedang aku tuliskan.

Kau mengira sesuatu mustahil sebab dari caramu sebagai manusia kau berfikir. Tapi kalau Ia berkata “jadilah”, maka mustahil itu tidak ada. Yang ada hanyalah “kehendak-Nya” semata. Jadi sejauh mana kau pergi, jika Ia berkata “kembali”, maka kau akan kembali. Atau jika Ia berkata “Hampiri” maka Ia akan membawa manusia menghampiri.

Wahai penguasa waktu. Bila waktu ingin menebasku, maka tolong aku, halangi aku dari tebasan itu. Atau kalau memang aku terkena tebasannya, maka kebalkan aku dan mampukan aku melaluinya.

Wahai yang maha menyejukkan hati, damaikan gelagatku dan gelagat manusia yang kusukai. Atau gelagat siapa saja yang saling menyukai. Baik yang hidup dan yang telah mati, perbaiki gelagat-gelagat kami.

Wahai yang maha memberi rezeki, mudahkan segala pencapaian dan pergerakan kami. Berikan kami kesabaran dalam menanam dan menuai. Berikan kami kemampuan bersyukur jika yang nantinya dituai tidak sebanding harapan. Karena harapan tanpa bandingan, adalah milik-Mu.

Wahai yang maha merekatkan akar kedalam tanah, dan memisahkan malam dari rembulan, wahai yang maha mempertemukan takdir dan keadaan. Pertemukan kami dengan hikmah-hikmah kebaikan seisi bumi.

Tidak jadi soal dimana kebaikan itu ada, selama kenyamanan dan perlindungan dari-Mu selalu kami terima. Maafkan kami bahkan dari diri kami sendiri.

Selamat beristirahat ya :)

Comments

Popular Posts