Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
KORA-KORA
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum wr, wb. Tulisan ke-14 dari 30haribercerita.
Aku mengantuk sekali, sungguh.
Aku pun berfikir, akan menulis tentang apa? Apakah tentang
tadi saat menaiki kora-kora di pasar malam Krueng Geukueh bersama Rika dan
Asyfi? Aku melihat banyak remaja disana, pergi bersama teman-temannya menikmati
malam minggu. Di masaku saat seusia mereka, aku tidak punya kesempatan itu. Kesempatan
menghabiskan malam minggu diluar rumah bersama teman. Ya, aku tidak punya. Di usiaku
yang sekarang, dimana kepercayaan dan kedewasaan menyempurna, aku mulai
mendapati kesempatan tersebut. Kau tahu? Aku justru senang sekarang sebab dulu saat
remaja aku tidak keluar menghabiskan malam minggu bersama teman. Mungkin jika
aku keluar disaat remaja, aku masih tabu dalam membedakan mana yang benar dan
salah. Seperti saat kulihat mereka pergi duduk berdua diatas kora-kora dengan
non mahramnya. Batinku menggema, tapi aku juga hanya manusia yang belum
sempurna, masih juga berbuat dosa. Jadi saat melihat remaja tersebut, aku hanya
diam. Ah tidak teman. Siapa bilang aku hanya diam? Kora-kora yang kami naiki,
diayunkan sangat kencang. Bayangkan kami bertiga sengaja sejak awal sudah
mengincar tempat duduk di ujung kora-kora. Memulai dengan bismillah amantu
billah, wal hasil aku tidak sanggup menahan diri tidak berteriak “kenapa kencang
sekali, pantatku sampai terangkat dari kursi. Seakan aku akan terbang”. Sungguh
aku lelah mengenggam terlalu erat pegangan tangan didepan. Ya tuhan, kapan
kora-kora ini akan berhenti. Aku kelelahan memosisikan tubuh agar tetap berada
di kursi, dan dua temanku lelah tertawa sebab mendengar isi teriakanku. Sesekali
kuberanikan diri juga untuk melihat pemandangan sekitar saat ayunan kora-kora menuju
kearah atas. Wah berani juga diri ini, pikirku. Dan begitu ayunan kora-kora
mulai memuncak, pantatku agak sedikit terangkat, dan aku mulai berteriak
kembali. Aku tidak terlalu malu teman, sebab selalu menggunakan masker. Jadi siapa
yang peduli, tidak ada yang mengenaliku kecuali dua orang temanku.
Selamat malam, sekian cerita ringan di hari ini. Wassalam…
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 49]
Comments
Hmmm
Waktu baca ini, langsung keinget lg memori malam itu.
Betapa bahagianya kita bertiga waktu itu, hmm rindunya..
Akankah bisa seperti itu lagi?
We never know