Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Ayyuhal Walad, Wahai anakku...
Assalamu’alaikum wr, wb. Apa kabar taby? Aku excited sekali hari ini. Pertama, karena aku bahagia. Kedua, karena ada kesempatan bertumbuh yang terbuka. Lantas kenapa tidak kucoba? Toh izin sudah kudapatkan. Terlepas nanti akan bagaimana, setidaknya coba saja, lagian gak rempong-rempong banget deng. Hayak saja dulu
Kau adalah pembelajar seumur hidupmu, jadi ya coba saja. Tapi
ingat, kejujuran adalah pilihanmu, dan sebaik-baik jati diri adalah menjadi Amanah.
Amanah terhadap dirimu, dan hal-hal disekitarmu. Ayo semangat wahai aku!
Terima kasih sudah membaca tulisanku dan menge-sharenya. Aku kira
kamu tidak membacanya, tapi ternyata ada. Aku senang sekali hehe. Siapapun itu,
mampir kemari, membaca tulisan-tulisan disini, seolah sudah menjadi sahabatku,
bagian dari keistimewaan hari-hariku. Biar jarak memisahkan, dan kita saling
sibuk dengan kegiatan masing-masing, setidaknya sudah meluangkan waktu disini
adalah hal yang amat sangat kuhargai. Engkau benar-benar pandai berbudi
pekerti. Jangan lupa bahagia ya! Terima kasih sudah sehat dimanapun kamu
berada. Lagi pula, menulis rutin seperti ini adalah keistimewaan dalam 30 hari januari.
Dan untuk temanku yang akan mengikuti ujian besok, semoga
tubuhmu tidak mengkhianati dirimu, dan pikiranmu tenang tanpa kacauan untuk
bisa menjawab soal-soal.
Dan untuk temanku yang sedang kasmaran sampai harus healing
jalan-jalan menyembuhkan perasaan kebaperan, tetaplah waras dan jangan sampai
sempoyongan. Jangan lupa makan, dan istirahat yang cukup. Kelilingilah daerahmu,
sampai nanti daerah asing menyapamu dan
kemudian kamu merindukan kampungmu. Dan juga, apa kau akan merindukan aku? Hehe
Untuk temanku yang lambungnya sedang kesakitan, lekaslah
sehat dan hibur diriku lagi nanti. Kirimkan vitamin-vitamin jiwa dan reels-reels
lucu. Aku suka melihatnya di kolom dm igku.
Untuk temanku yang baru selesai sidang, kamu hebat! Kamu telah
menyelesaikan drama yang satu ini. Sungguh pernikahan adalah jalan pembuka
kemudahan kelulusanmu. Wkwk. Aku berbahagia untukmu.
Untuk sahabat yang sedang berjuang dengan pekerjaan dan
impiannya, aku mendukungmu dalam kebermanfaatan hari-harimu. Aku suka melihatmu
dan snap-snapmu. Nanti pulanglah, kita akan duduk dan memesan float di KFC,
bercerita Panjang lebar satu sama lain, hehe
Untuk orang-orang yang sudah menjawab beberapa pertanyaanku
hari ini, semoga segala kebaikan selalu membersamai aktifitas kalian.
Sebelum ku tutup tulisan ke-18 dari 30haribercerita, akan
kusampaikan nasehat Imam Al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul “wahai Anakku
(Ayyuhal Walad)”
Semoga nasehat ini mendidik jiwamu, meluruskan niatmu, dan
menerangi gelapnya hati.
“Wahai anakku,
Memberi nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya.
Sebab bagi orang yang dikuasai hawa nafsu, nasehat terasa
pahit. Sementara hal yang dilarang terasa manis.
Terutama bagi seseorang yang menuntut ilmu hanya sebagai
formalitas saja. Yang dia prioritaskan hanyalah profesi dan prestasi dunia
belaka.
Dia menyangka bahwa ilmu dengan sendirinya dapat
menyelamatkan, tanpa perlu diamalkan.
Meski kau tuang dua ribu liter arak sekalipun, engkau takkan
mabuk selagi tidak meminumnya.
Begitu pula jika kamu telah berguru ratusan tahun, membaca
ribuan kitab, kamu takkan bersiap meraih rahmat Allah tanpa mengamalkannya.”
Baik sekian teman, tertampar juga rasanya mendapatkan nasehat
tersebut. Apakah engkau juga demikian? Merasakan seperti yang aku rasakan? Kita
belajar tapi ada yang tidak diamalkan. Maafkan kami bahkan dari diri kami
sendiri.
Selamat malam, wassalam….
Comments