Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
Akhirnya Aku Selesaikan
Apa yang hendak aku tulis di tulisan ke-10 kali ini?
Mengapa aku lebih telat dibanding
hari kemarin? Seperti yang aku ceritakan di tulisan yang sebelumnya, teman. Aku
sedang mengupayakan diri untuk menyelesaikan mengedit sebuah video. Dan baru
saja aku selesaikan. Pokoknya harus selesai walau masih ada kekurangan, ya
sudah. Yang penting aku ada usaha untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Waduh, lupa kasih salam.
Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaikum
wr. Wb Taby?
Dengan mengedit video, aku makin mencoba
mengerti. Effort seseorang yang meluangkan waktunya untuk merekam, mengedit,
dan mengupload ternyata lumayan juga ya. Kadang sudah direkam, namun karena
selalu merasa tidak layak, atau mengira jelek sekali, jadi ya menunda-nunda
menyelesaikannya.
Aku menghargaimu wahai sekalian content
creator. Daripada mengomentari “buruk sekali videomu, jelek sekali audio
videomu” mending coba buat saja sendiri dulu. Lah ternyata, ya ya yaa… mereka
telah berusaha.
Malam ini aku merasa lega sebab
telah menyelesaikannya. Walau deg-degan menunggu proses rendering, dan ketika
sudah rendering ternyata ada part yang lupa untuk tidak ditenggelamkan audio
murninya, tapi tidak mengapa.
Menunggu rendering adalah hal
yang tidak menyenangkan bagiku. Demi laptop yang telah berjasa dan membiarkan
dirinya untuk ku gunakan, terima kasih. Dan demi keyboard yang telah berbaik
hati membiarkan dirinya untuk kuketik, terima kasih. Demi mata yang entah
mengapa belum mengantuk padahal aktifitasku hari ini juga tidak terlalu lenggang,
namun mata ini masih mau menatap layar,
terima kasih.
Seorang tokoh Disney bertanya “bagaimana
jika segala hal yang aku impikan tidak terwujud?” tokoh satunya lagi menjawab “akan
terwujud”
“bagaimana jika tidak, apa yang
harus aku lakukan kemudian?”
“maka kamu hanya perlu membuat
mimpi baru”. Jawabnya
Jadi apapun itu, terima kasih
semuanya
Ku lanjutkan sedikit dalam bahasa
puisi, sebelum benar-benar ku akhiri tulisan malam ini
Kejujuran adalah bukti kau
mencintai dirimu
Pengakuan adalah bukti bahwa kau
mengenali dirimu
Mengungkapkan adalah aksi dimana
kau ternyata bisa membela dirimu
Jadi, terima kasih untukmu yang
telah memelihara kejujuran. Tidak mengada-ngada dan menciptakan banyak alasan
untuk didengarkan.
Untuk diammu yang penuh dengan
kebermanfaatan, istirahatmu yang tidak diracuni kedengkian. Dimana tempatmu
telah disediakan? Dimana rumah kau akan pulang? Malam bertemu bulan dan Mentari
berjumpa fajar. Saat kelopak mata menutup, dan rambut lepas tergerai. Ruhmu ada
pada-Nya. Akankah kau kembali dan bersinar?
Comments