Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

Akhirnya Aku Selesaikan

Apa yang hendak aku tulis di tulisan ke-10 kali ini?

Mengapa aku lebih telat dibanding hari kemarin? Seperti yang aku ceritakan di tulisan yang sebelumnya, teman. Aku sedang mengupayakan diri untuk menyelesaikan mengedit sebuah video. Dan baru saja aku selesaikan. Pokoknya harus selesai walau masih ada kekurangan, ya sudah. Yang penting aku ada usaha untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Waduh, lupa kasih salam.

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaikum wr. Wb Taby?

Dengan mengedit video, aku makin mencoba mengerti. Effort seseorang yang meluangkan waktunya untuk merekam, mengedit, dan mengupload ternyata lumayan juga ya. Kadang sudah direkam, namun karena selalu merasa tidak layak, atau mengira jelek sekali, jadi ya menunda-nunda menyelesaikannya.

Aku menghargaimu wahai sekalian content creator. Daripada mengomentari “buruk sekali videomu, jelek sekali audio videomu” mending coba buat saja sendiri dulu. Lah ternyata, ya ya yaa… mereka telah berusaha.

Malam ini aku merasa lega sebab telah menyelesaikannya. Walau deg-degan menunggu proses rendering, dan ketika sudah rendering ternyata ada part yang lupa untuk tidak ditenggelamkan audio murninya, tapi tidak mengapa.

Menunggu rendering adalah hal yang tidak menyenangkan bagiku. Demi laptop yang telah berjasa dan membiarkan dirinya untuk ku gunakan, terima kasih. Dan demi keyboard yang telah berbaik hati membiarkan dirinya untuk kuketik, terima kasih. Demi mata yang entah mengapa belum mengantuk padahal aktifitasku hari ini juga tidak terlalu lenggang, namun mata ini masih mau menatap layar, terima kasih.

Seorang tokoh Disney bertanya “bagaimana jika segala hal yang aku impikan tidak terwujud?” tokoh satunya lagi menjawab “akan terwujud”

“bagaimana jika tidak, apa yang harus aku lakukan kemudian?”

“maka kamu hanya perlu membuat mimpi baru”. Jawabnya

Jadi apapun itu, terima kasih semuanya

Ku lanjutkan sedikit dalam bahasa puisi, sebelum benar-benar ku akhiri tulisan malam ini

Kejujuran adalah bukti kau mencintai dirimu

Pengakuan adalah bukti bahwa kau mengenali dirimu

Mengungkapkan adalah aksi dimana kau ternyata bisa membela dirimu

Jadi, terima kasih untukmu yang telah memelihara kejujuran. Tidak mengada-ngada dan menciptakan banyak alasan untuk didengarkan.

Untuk diammu yang penuh dengan kebermanfaatan, istirahatmu yang tidak diracuni kedengkian. Dimana tempatmu telah disediakan? Dimana rumah kau akan pulang? Malam bertemu bulan dan Mentari berjumpa fajar. Saat kelopak mata menutup, dan rambut lepas tergerai. Ruhmu ada pada-Nya. Akankah kau kembali dan bersinar?

Comments

Popular Posts