Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Tulislah Anakku...
Assalamu’alaikum Taby, apa kabarmu? Jika murid-muridku mulai suka menulis tentang betapa cerewetnya aku sebagai guru mereka di sebuah buku khusus, maka aku juga terpacu untuk kembali mengisi beberapa cerita karangan kembali disini… aku ingin memulai menulis lagi… merefleksikan isi jiwa dan setengah isi setengah kosong dari apa yang sedang kujalani. Selamat membaca ya :)
Maka tulislah anakku… “ucap seorang ibu kepada anak
perempuannya”
Tulislah kegundahan hatimu, tulislah perasaan yang ingin
engkau luahkan anakku.
Maka rahmatilah ibuku yaa Tuhanku, yang memahami makna derasnya
deraian air mataku, yang jatuh sejatuh jatuhnya disertai air mata langit yang
merindui bumi.
Tulislah anakku…
Dan anak perempuan itu pun kembali mengetik, menyecerkan abjad-abjad
yang memiliki arti di sebuah layar. meluahkannya disana…
Aku ingin menjadi pribadi yang paling ikhlas, yaa Tuhanku. Aku
kembali mengeruk jiwaku hingga samudera ikhlasku semakin dalam dan luas. Hanya saja
yaa Tuhanku, setiap aku mengeruknya itu tidak mudah, aku begitu sedih hingga
beberapa samudera jiwaku mengalir melalui kedua bola mata ciptaan-Mu ini.
bendunganku hancur kembali berseirama dengan jatuhnya hujan membasahi bumi.
Kocaknya yaa Tuhanku, saat menulis ini ibuku mendengar mp3
murattal sedang aku mendengarkan lagu kodaline (moving on) dan kami duduk terpisah
sekitar dua meter. Ibu mengalah dan kemudian ke dapur, aku pun tersenyum lucu
sendiri dan air mata pun mengering. Maka kukatakan, aku mencintai ibuku seperti
aku juga mencintai ayahku, tulus dari kedalaman samudera jiwaku, hingga saat
ayahku pergi, bendunganku runtuh dan deraiannya menyentuh pipi berhari-hari.
Lihatlah anak gadis Ayah sekarang, dia sudah berani
mengembangkan perasaan, hingga ketika rindunya tak berani ia luahkan
bertubi-tubi pada yang dituju, ia hanya bisa menangis. Menangisi rindu yang
berjarak dimensi dan menangisi rindu yang belum layak untuk ia rindui. Maka terpujilah
Tuhanku yang telah menganugerahkanku perasaan semacam ini, membuatku merasa
menjadi manusia seutuhnya dan menyadari betapa nikmatnya ketika bisa bersama,
bersua, dan menatap pandangan mata dalam durasi yang lama dengan cara yang
layak menurut-Nya. Tentu saja jika Engkau menghendaki aku demikian yaa Tuhanku.
Secinta-cintanya aku kepada Ayah, jika engkau menghendaki
mengambil ayah dariku, aku bisa apa ya Allah?
Secinta-cintanya aku kepada ibu, jika engkau memutuskan sudah
waktunya ibu tidak membersamaiku lagi, aku bisa apa ya Allah?
Dan begitupun kepada makhlukmu yang lain, sebegitu sukanya aku,
jika kemudian engkau bolak-balikkan hatinya dari yang awalnya mencintaiku dan
kemudian pergi meninggalkanku, hendak kutahan bagaimana ya Allah? Begitu juga
dengan kucingku.
Setelah menulis ini, aku lebih tenang, menyerahkan urusanku
dan mencintai orang-orang disekitarku dengan kesadaran penuh bahwasanya mereka
adalah milik-Mu seutuhnya, bukan milikku.
Maka aku memohon kepada-Mu, jagalah Ayah untukku, berikan
segala kenikmatan yang belum pernah ia rasakan selama hidup di dunia, lapangkan
kuburnya, terangi tempat kediamannya, dan bahagiakan ia disisi-Mu.
Aku tahu yaa Tuhanku, rasa kehilangan itu tidaklah
menyenangkan. Aku begitu ketakutan, namun malam ini aku kembali meyerahkan
urusanku kepada-Mu, bertaqwa dan percaya penuh kepada cinta-Mu untukku.
Maka ya Allah, aku memohon kepada-Mu yang Maha Mencintai
untuk mencintai makhluk-Mu yang aku cintai. Rahmati mereka, berikan kedamaian
hati dan kesejahteraan yang penuh berkah kepada mereka.
Dan ibu, terima kasih sudah menerimaku selama ini, memenuhi
segala kebutuhanku, menyayangi dan mendoakanku. Maka ya Allah, aku ingin Syurga
duniaku juga menyentuh syurga hakiki milik-Mu. Anugerahkan itu untuk ibu dan
Ayahku… anugerahkan itu kepada makhluk-Mu yang juga telah amat mencintaiku, bersabar
kepadaku. Aamiin
Selamat malam Taby, selamat beristirahat. Aku mencintaimu dan
tergurat pada lembaran online setengah isi-setengah kosong
Comments