Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Refleksi dan Kejujuran yuhuu
Assalamu’alaikum, hai.... whatsupp taby?
Refleksi dan kejujuran. Melatih jujur dengan diri sendiri,
mengakui dan tidak banyak berdalih menghindari kewajiban. Mengakui apa yang
sedang dirasakan, dan pelan-pelan… oke selamat membaca ya
Walau tidak sering melihat fotoku di medsos, atau kita jarang
bersua selama ini, sibuk dengan kegiatan masing-masing (walau kegiatan itu hanya
kemalasan/rebahan) setidaknya kalian masih bisa merasakan kehadiranku melalui
tulisan.
Aku senang sekali memiliki waktu untuk mengenal diriku
sendiri, merenung sendiri, atau hanya sekedar scroll-scroll jokes, memes di
medsos.
Berbeda dengan quotes, experiencenya orang berbeda-beda kan. Nah
kadang ada quotes yang setelah aku baca justru buat aku jadi overthinking. And…
I hate it. Oleh karena itu aku memutuskan untuk mendeactifkan medsos selama
beberapa hari dan kemudian kembali lagi. Dengan harapan saat kembali, aku sudah
bisa mengontrol diri, mana quotes yang memang harus ku baca atau yang gausah
aja deh.
Selama tiga bulan ini aku memiliki dua murid khusus. Murid belajar
membaca dan satu lagi murid belajar Bahasa Indonesia.
Apa kau tahu sesuatu taby? Bukan aku yang sebenarnya
mengajari mereka. Tapi aku lah yang belajar dari mereka.
1.
Aku
belajar bahwasanya sebebal apapun, sekurang apapun kemampuan diri, kita hanya
butuh orang yang mau bertahan dan tidak mudah menyerah terhadap diri kita. Jadi
setiap aku berfikir untuk menyerah mengajari, karena yang kuajari selalu ku
ulang-ulang tapi muridku belum bisa-bisa, aku berkaca, memposisikan diriku. Jika
guruku juga menyerah kepadaku, apa sebegitu kurangnya aku dan tidak memiliki
harapan untuk belajar?
2.
Orang
sebenarnya belajar bukan karena belum bisa, tapi karena ia ingin lebih mengasah
dan menemukan orang yang tepat untuk berbagi.
Kukira menjadi seorang guru hanya sebatas pekerjaan bagiku,
mendapatkan salary, ternyata berbuah pembelajaran bagi kemampuan sosialku.
As you know, I do declare that I am an introvert. Kadang aku
kurang peka, tidak tahu cara menunjukkan emosi dan bereaksi, kadang aku over reacting,
aku juga tidak terlalu menyukai anak-anak. Tapi tiga bulan ini, semua seolah
menjadi menarik. Yang dulu tidak aku sukai mulai aku nikamti. Yang dulu aku
percayai bahwa aku tidak akan ‘demikian’ ternyata itulah yang aku lakukan. Hahaha…
dimana diriku yang dulu? Apakah sekarang aku sudah di versi update terbaru? Apa
aku benar-benar telah menerima diriku sendiri dan terus menyadari pelan-pelan akan
ada kemajuan dalam memperbaiki diri. Semoga aku juga tidak menyerah terhadap
diri ini. Aamiin
Dulu, telfonku jarang berdering. Atau setiap berdering, aku
malas mengangkatnya. Aku hanya mengangkat telfon dari keluarga, dan beberapa
teman dekat saja yang dimana mereka perempuan. Tahun ini aku ingin level up,
aku ingin hubungan sosialku berkembang, circleku bertambah. Entah bagaimana
caranya, aku mencoba, walau terlihat begitu pelan. Jadi seiring menjadi guru
dan kemudian beberapa murid mulai menelfon, menge-chat, aku juga masih belajar
membangun hubungan yang lain. Soal cinta, jujur sekali aku pemula dan I have no
idea how to behave and control the excitement dan perasaan rindu. Aku tidak
tahu ini akan mengarah kepada kenyataan yang seperti apa dan bagaimana, aku
menikmatinya, merasakan setiap gejolak yang hadir, atau mungkin akan berujung
kecewa? Maupun bahagia? Aku pasrahkan hal ini kepada Allah. Tapi yang pasti,
aku akan belajar menghadapi. Aku tidak ingin menghindari. Temanku berkata
ketika kita jatuh cinta maka kita juga harus siap jatuh kecewa. Sebab cinta dan
kecewa itu sepaket hadirnya. Waw, siapa yang tidak ketakutan menanggung kecewa?
Apalagi di umur segini, beberapa pengalaman (pertemanan, kekeluargaan,
pekerjaan, pendidikan) telah pernah menghadirkan rasa kecewa terutama berharap
kepada manusia. Karena sudah tahu perihnya seperti apa, siapa yang mau
menanggungnya lagi? Kalau tidak berani menanggung kecewa, maka jangan jatuh
cinta lah Fadhilah Ata. Berpaling saja… kau pengecut. Tidak berani menghadapi
perasaanmu sendiri?
Karena aku telah berkomitmen untuk menjadi lebih jujur dan
mendapat pengalaman baru, maka aku memutuskan untuk berani mengakui jatuh cinta
(of course sepaket). Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran.
Bagaimana dengan kalian? Apakah demikian juga?
Karena aku pemula dalam mengakui suka, cinta, dan aku tidak
terlalu pandai merasa, kekuranganku adalah aku berharap orang-orang mengerti
hal itu dan akan berlaku kepadaku. Yang padahal aku sendiri tidak demikian
kepada orang lain. Ini adalah keegoisan diri. Aku meminta maaf kepada diriku
dan kepada orang-orang yang sudah berusaha untukku namun responku seoalah
pasif. Aku malu sebenarnya, tapi bagaimana ya… aku malu. Walaupun aku suka, aku
malu. Saking malunya, aku mempersiapkan diri juga untuk kecewa jika pada
akhirnya tidak berakhir bahagia. Hehe
Tentang tugas dan partner di sekolah, diantara sekian banyak
hal aku paling menikmati saat berada di kelas dan mengajar. Belakangan aku
menyadari, ternyata aku ahli juga dalam hal cerewet. Jujur, aku dulu tidak
secerewet ini. beneran deh. Tapi saat jadi guru skill ini terasah sendiri. Autodidacly.
Aku merasa bersalah, tapi aku tidak membenci. Aku menyayangi, wallahi. Aku menyayangi
murid-muridku. Maafkan ibu… ibu juga masih belajar nak
Mengenai partner kerja, nah ini nih. Aduh, mohon kuatkan aku.
Menyadari bahwa tidak semua manusia memiliki pola pikir yang sama seperti kita adalah hal yang wajib ku lakukan
saat akan berangkat menuju tempat kerja. Oleh karena itu, aku tidak boleh
berekspektasi terlalu tinggi, sehingga apapun yang terjadi semoga aku masih
sanggup menebar senyum dan canda. Semoga aku tidak meninggalkan titik hitam di
hati. Ya walaupun kadang aku pernah kesal, gedeg dan kemudian menangis. Semoga aku
bisa menjadi partner yang lebih baik dan pandai menghargai diri sendiri serta
orang lain. Tidak zalim lah ya
Mengenai tugas, kuakui aku tidak suka mengerjakan apa itu yang
Namanya RPP dan perangkat administrasi guru. Aku hanya suka mengajar, bukan
menyiapkan hal-hal itu. Aku suka sharing dengan anak-anak, tapi tidak dengan
yaa…. Itu lah pokoknya. Makanya kalau tentang pekerjaan, kadang mengajar
private lebih menyenangkan. Sebab tidak ada urusan administrasi yang harus
dipersiapkan. Aku mager sekali hal-hal demikian. Yuk bisa yuk… lengkapi taa…
buat. Ayo buat. Ini bagian dari tugas. Kamu pasti bisa! Ayuk yuk (seni
menyemangati diri sendiri)
Baik, sekian laporan setelah lama sekali tidak berbagi refleksi
harian seperti ini. semoga aku mengenal diriku dan tidak meninggalkan diri
sendiri. Semoga kalian juga mengenali diri kalian dan tidak mengabaikannya
lagi. Alhamdulillah, saatnya aku mencuci pakaian… senin sampai jumat Wanita karir,
sabtu minggu anak rumah tangga. Ckck. Entah iya? Atau hanya rebahan saja? Ayo masak
lah…
Ohhiya, selamat berbahagia, menyambut hari kelahiran Baginda
Rasulullah saw. Alhamdulillah, Shallu’alannabiy
Ingin cerita apa lagi dari gadis yang sederhana ini?
Terima kasih telah membaca :)
- Get link
- X
- Other Apps
Comments