Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
TEMAN?
Bismillah,
Halo taby, Selamat tahun
2022.
Sekilas ada hal menarik yang aku baca dari sebuah postingan snap wa teman. Emma nama
gadis usia 6 tahun itu, kalau tidak salah. Ia ditanya “apa itu cinta?” dan
menjawab “cinta adalah saat aku kehilangan gigi seriku namun masih tetap berani
tersenyum tanpa takut teman-teman akan pergi meninggalkanku”. Deep sekali. Dimana
biarpun orang-orang sudah tahu kekuranganmu namun kamu masih tetap berusaha
menampilkan versi terbaik dirimu tanpa takut ditinggalkan oleh orang-orang
terdekat, orang-orang yang kamu sayang. Dan hal ini, dimana adanya? Dimana cinta
seperti ini ada? Itulah keluarga. Itulah orang-orang yang tulus yang kamu
jumpai dan jaga. Yang menerimamu.
Ada orang yang kalau
jumpa sama kita, dia menganggapnya kita itu bukan teman, melainkan saingan. Jadi
apa-apa yang dia lakukan seolah menunjukan dia lebih hebat dari kita. Ia mendekat
karena hanya ingin membuktikan dia juga memiliki kemampuan yang sama seperti
kita. Padahal kita ga pernah nuntut hal itu, ga pernah nuntut pembuktian kalau
teman kita itu harus bisa segala-galanya, harus terlihat wah. kita hanya butuh
teman, kita hanya butuh penerimaan, sama seperti kita ketika bisa menerima dia
bukan karena hanya hebatnya saja. Tapi karena ia adalah manusia. Semoga teman
juga bisa menerima kita. Bersebab demikian, kita tulus berkenalan dengan siapa
saja, tulus memelihara hubungan baik, senang ketika berjumpa, bukan justru
menghindar karena merasa bersalah dengan alasan tidak jelas.
Ada orang-orang yang
meragukan kebaikan sebab dilingkungannya ia tidak pernah mendapatkan perlakuan
ketulusan. Ia ragu dan selalu waspada. “ini manusia kalau baik banget, pasti ada
sesuatu yang diincar”. Akhirnya, ia selalu mempertanyakan kebaikan seseorang,
tidak percaya diri memberi umpan balik, sebab dimasa lampau ternyata ia juga
pernah dikecewakan. Pernah dibaik-baiki untuk kemudian ditinggal kembali. Jadi sekarang,
orang-orang seperti itu justru membangun pertahanan diri dan tidak semua orang
bisa kembali menjadi begitu dekat dengannya. Prioritasnya ketika bersua sudah
berbeda
Ada orang-orang yang juga
ingin menampilkan sisi menawannya saja, ingin begitu terlihat wah agar bisa
diterima ketika berteman. Karena ia takut tidak diakui dalam komunitas
pertemanannya, ia takut dikucilkan jika tidak hebat. Ia memojokkan orang lain
ketika merasa tersudutkan agar tidak disalahkan. Ia mulai mencoba mencerca
lawan bicaranya agar terlihat benar. Orang-orang seperti ini jarang sekali
meminta maaf karena merasa bersalah, mereka biasanya meminta maaf hanya didepan
orang-orang yang tidak ingin mereka disalahpahami sebagai manusia jahat, bukan
justru meminta maaf langsung kepada yang bersangkutan. Orang-orang seperti ini
akan selalu mencoba menjadi pusat perhatian hingga akhirnya ia lelah dan
kemudian juga menghindar sendiri.
Dan kita, berpotensi
menjadi satu diantara sekian “jenis teman” di sudut pandang beda-beda. Ada orang
yang akan melihat kita begitu baik, begitu perhatian, atau justru terkesan
sombong, acuh tak acuh, terlihat egois, atau sangat loyal.
Aku tahu, semua orang
pernah memiliki luka, tidak sempurna. Jadi cobalah engkau ingat, kalau ada
orang yang masih tetap berbaik sangka padamu, boleh jadi karena mereka memang
manusia-manusia baik yang sedang engkau temui. Lantas kamu tidak perlu malu
untuk terlihat konyol bersama mereka, toh mereka tahu kamu tidak sempurna namun
masih menerimamu, tidak menghardikmu atau menuntutmu untuk hal yang tidak kamu
sukai. Yang justru seharusnya mereka menjauhimu, tapi lihatlah. Ternyata mereka
masih menganggapmu ada sebagai teman.
Untuk diriku, terima
kasih karena tidak meninggalkan diri sendiri. Terima kasih karena masih pandai
memaafkan, meminta maaf, dan mengintropeksi diri. Semoga kamu dibersamakan
dengan orang-orang yang tidak membuatmu takut untuk tersenyum karena sariawan,
tidak membuatmu menutup diri hanya karena jerawat di dahi. Semoga kamu
dikelilingi orang-orang yang kamu cintai, dan juga mencintaimu. Semoga kamu
menjadi teman bagi pembacamu :)
Comments