Search This Blog
Poem makes me happy. Writing is a reflection for me. Semua yang ada di blog ini adalah setengah isi setengah kosong dari pikiran. Correct me if I'm wrong :)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
SABARKU MASIH LOYO
Bismillah,
Assalamu’alaikum Taby?
Going
back to this page means I wanna throw my half full and half empty perasaan dan
pendapat. Aduh, bukan anak jaksel. Cuma ya gitu, random aja bawaan gaya
tulisannya.
Ga
ada sekolah yang ngajarin buat jadi orang tua yang baik itu gimana, dan ga bisa
dipungkiri menjadi orang tua berarti menyerahkan tubuh dan hidupnya untuk
membesarkan anak. Ga ada orang tua yang perfect. Se perfect apapun harapan kamu
mendidik anakmu walaupun kamu tidak ingin mendidik mereka seperti cara orang
tuamu dulu mendidik mu, you still get wrong notification from your own child.
Pasti, adaa aja salahnya.
Gitu
juga, sebagai seorang anak, seperfect apapun persepsimu akan baktimu kepada
orang tua, pasti adaa saja kurangnya, adaa saja yang ga sepenuh harapan mereka.
This is life. Ujianmu bukan hanya ujian di sekolah atau ujian di universitas.
Tapi juga ujian menghadapi orang tua, saudara, dan teman-temanmu.
Kalau
kamu mengaku beriman dan mencintai orang tua, kamu kira kamu gak akan diuji dengan
hal itu? Kamu bisa bebas bilang cinta tapi ketika ada masalah kamu justru ga
mau bersabar atas mereka? ya sebagaimanapun mereka. Kalau kamu bilang suka
suatu bidang pekerjaan, kamu kira kamu ga akan diuji dengan pekerjaanmu itu?
kalau kamu bilang kamu adalah orang yang setia, kamu pikir kamu ga akan diuji
dengan kesetiaanmu? kamu bilang begitu mencintai istri dan anak, apa kamu pikir
kamu tidak akan diuji juga dengan mereka?
Sebagai
manusia seutuhnya sekalipun, kamu juga ga akan bisa memuaskan hati seluruh
manusia lainnya di muka bumi ini. Akan ada saja kekuranganmu yang ditanda,
dicari, atau bahkan sampai dimaki.
Biarpun
kamu sudah mengakui kesalahanmu, kamu sadar akan hal itu, boleh jadi itu justru
menjadi senjata untuk dimanfaatkan agar kamu semakin terpojok, semakin dimaki.
Jarang sekali ada orang yang bisa mengapresiasi ketika kamu mengakui salah. Ya,
ini merupakan kesempatan untuk semakin menyudutkan seseorang.
Berkaca
dari beberapa cerita, salah satunya cerita saat Nabi Yunus As mulai menyerah
menghadapi kaumnya, dan kemudian berniat memisahkan diri dari kaumnya. Tidak
sanggup lagi menghadapi mereka. Lantas apakah itu adalah keputusan yang benar?
Hingga akhirnya nabi Yunus di undi dalam sebuah perahu yang sedang dihantam
badai, muatan perahu terlalu penuh terancam tenggelam, dan Nabi Yunus terpaksa
harus melompat dalam ganasnya lautan. Begitu melompat beliau langsung dilahap
ikan, dan kemudian dibawa menyelam ke dasar lautan. Saat itu, nabi Yunus sadar,
memohon ampun atas kekhilafannya, apalagi ketika mendengar penghuni lautan
bahkan ikan yang menelannya juga berzikir kepada Allah.
Sebagai
manusia biasa, siapa sih yang ga pernah berbuat salah dalam hidupnya? Paling
bedanya ada yang mengakui, dan ada yang ga mau mengakui, ga mau terlihat lemah.
Maunya hanya ingin melemahkan orang lain. Tapi coba jujur sama diri sendiri,
apa kamu mau mengingkari dan membodohi diri? Apa kamu tidak mau berubah guna
menjadi hamba yang lebih baik lagi?
Nabi
Yunus yang ingin memisahkan diri dari kaum yang mengingkarinya, justru mendapat
hukuman dan diuji dalam perut ikan di kedalaman laut. Sampai akhirnya
mengakui kelemahannya, mengucapkan do’a “Laa ilaa ha illa anta,
subhanaka inni kuntu minadzhalimin” tidak ada tuhan selain engkau.
Maha suci engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.
Lagi pula,
tidak ada kebaikan bagi seseorang jika kebodohannya mengalahkan rasa sabarnya.
Well, rasa sabar ini memang luar biasa sekali ganjarannya apabila kita
benar-benar bisa mengamalkannya. Memang ternyata ga sembarang orang bisa
bersikap sabar. Makanya kadang orang tua bisa diganjar pahala berlimpah saat
benar-benar sabar terhadap anaknya, begitu juga anaknya saat benar-benar bisa
tetap memandang kebaikan dan bersabar terhadap tekanan orang tuanya. Apalagi
ganjaran ketika tetap bisa memberikan cinta dan memelihara hubungan dengan
saudaranya dan manusia-manusia disekitarnya walaupun ia merasa dikecewakan.
Karena susah, makanya ganjaran pahala bagi orang-orang bersabar justru besar.
“Sesungguhnya
pahala yang besar diperoleh melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah
mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa
yang rida (menerimanya) maka Allah akan meridainya dan barangsiapa yang murka
(menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” (HR.
At Tirmidzi no. 2396)
“Dan,
Allah mencintai orang-orang yang sabar.“. (QS. Ali Imran:146)
“Sesungguhnya
hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS.
Az-Zumar: 10)
Ketika
kamu begitu menyayangi dan yang kamu sayangi ternyata disakiti, kamu
membelanya. Namun kemudian, tidak ada satupun yang membelamu pada kenyataannya.
Kamu berujung kecewa. Seolah kebaikanmu dahulu tiada arti. Lagi dan lagi, rasa
sabarmu diuji, keikhlasanmu dipertanyakan. Seharusnya kamu tidak menggantung
harap pada manusia. Seharusnya sebaik-baik perbuatan karena mengharap ridha
Allah. Tapi seperti biasa, kamu manusia. Kamu terlalu terlena. Kamu pelupa,
lelah sendiri, berujung sedih dan kecewa. Seolah kamu ingin pergi dari orang
yang katanya "kamu sayangi"
Semakin
dibakar kayu gaharu akan semakin semerbak harum mengeluarkan wanginya. Apakah
aku bisa sewangi gaharu? Takutnya, justru aku yang suka membakar orang lain.
Maka
semoga dengan tulisan ini, menjadi pengingat dan pelipur lara bagi rasa
gulanaku akan sesuatu yang sedang kuhadapi. Dimana sebaik-baik harapan
semata-mata kugantungkan pada-Nya, atau justru segala hal yang kurasakan saat
ini ternyata adalah teguran sehingga pengharapanku yang layak satu-satunya
adalah berharap pada Allah, kembali pada-Nya. Aku rela serela-relanya dengan harapan semoga Allah
juga rela kepadaku dan mengampuniku. Orang tua adalah manusia, saudara-saudari
adalah manusia. Aku kembali kepada-Mu, aku merelakan apapun prasangka manusia.
Aku meminta ampun atas rasa sabarku yang masih loyo dan mudah tergoda tipu
daya. Seperti doa Nabi Yunus didalam perut ikan paus. “Laa ilaa hailla
anta, subhanaka inni kuntu minadzhalimiin”
- Get link
- X
- Other Apps
Comments