Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu’alaikum
warahmatulllahii wabarakaaaatuh !
Yeay,
this time I’m gonna write about pengalamanku berdemo. Assekk. Dalam bentuk
puisi pastinya.
Note to myself yeahhh. uhuk:
apapun yang kamu kerjakan, itu semata-maata bukan karena untuk mendapatkan
perhatian dan apresiasi dari orang lain. Nope. Apabila perlu, justru orang lain
ga perlu tahu mengenai apa aja yang udah kamu usahain, kerjain. Yang perduli
akan perduli. Yang tidak jangan dipaksakan. Karena kalau kita mengerjakan
sesuatu menggebu-gebu hanya untuk mendapatkan perhatian dari manusia, kedepan
kita bakalan lelah. Capek dengan kepura-puraan kelakuan yang selama ini kita
lakukan. Atau, efek terburuknya adalah kita akan selalu merasa berburuk sangka
kepada orang lain karena menduga-duga “kayaknya dia mikirin aku pembohong ya?” “kayaknya
mereka ngegosipin aku ya?” "Alah, dia beraninya cuma ngomong doang", dan sebagainya.
See?
Melakukan sesuatu karena ingin mendapat apresiasi dari orang justru dapat
membunuh hati nurani. Jadi? Melakukan sesuatu karena manusia? Karena kepengen
dilirik sama dosen? Temen? Atau karena ini adalah hal yang benar dan tidak
berbohong dengan niat, dan ikhlas, dan hanya karena tahu bahwasanya setiap apa
yang kita lakukan tetaplah kita mendapatkan perhatian dari Allah swt. Let Allah
gives us the best reward. The best envidence is not trying to proof it. The envidence
will come by itself if you truly believe to yourself. Pure heart, pure purpose.
Or fake? Only you know it !
Okay,
next.
Jadi
hari ini aku terjun bebas. Yaelahh. Kagak wkwkwk. Bercanda kok.
Hari
ini aku ikut demo bareng mentemen universitas. My first experience. Yahh. Newbie
lah yaww.
“Apakah Aku Sedang Berdemo?”
Oleh: Fadhilah Ata
“Lihat
lah aku yang tidak mengetahui banyak hal
Lihat
lah aku yang hanya berani berkoar-koar tanpa berani mengerjakan
Lihat
lah aku yang hanya memanas-manasi keadaan.”
“Beberapa
pedagang mendapatkan rezekinya hari ini
Pemulung
mendapatkan banyak kesempatan memungut sampah jalanan
Ku
lihat bapak itu sedang mengais-ngais disana…”
“Seorang
ibu bertanya…
Apa
yang engkau usahakan nak?”
Seorang
bapak penjual kueh menawarkan
“Bagikanlah
kueh-kueh ini untuk teman-temanmu sekalian”
“Lihat
lah aku si busuk yang baru menyadari keadaan
Pedagang-pedagang
gorengan tidak takut akan kehadiran almameter yang bergerombolan
Betapa
diamnya seorang pemulung, menerima rezeki dari sampah jalanan
Betapa
perhatiannya seorang ibu, bertanya mengenai apa yang sebenarnya sedang kalian
perjuangkan?
Betapa
baiknya si bapak penjual kueh…
Lihat
lah aku yang duduk berteduh di pagar samping dari bangunan besar
Bapak-bapak
berdasi berjalan keluar dengan sang ajudan”
“Lihat
lah aku yang masuk ke gedung megah itu
Melewati
lalu lalang orang-orang dan polisi yang berseragam”
“Dan
disini aku pulang
Belajar
mengamati keadaan dan tidak mudah termakan berita bohong orang-orang
Dan
disini aku pulang
Dalam
keadaan baik-baik saja dan mendapatkan pengalaman.”
Comments