Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu’alaikum wr wb....
Haloha
everybodeh? Apa kabar? Sudah lama kita tidak bersua. Sudah lama aku tidak
menyerocos didunia maya.
Well,
setelah bertapa dari instagram, blog dan facebook untuk beberapa waktu, menahan
diri dari terlalu banyak mengepost dan nyerocos, menahan diri untuk tidak
terlalu exist di medsos ketimbang real life. Kenapa? Karena sesuatu yang overload
terkadang dari baik lama kelamaan dapat menjadi bumerang. Oleh karena itu, kita
butuh space time untuk rehat sejenak dan merefleksi apa saja yang sudah kita
tulis, maupun ucapkan. Kadang kita gaberasa bahwasanya kita sedang di uji
dengan kenikmatan dan kelalaian. Boleh jadi kita sedang loos our real
identity and principle tanpa kita sadari.
Misalnya
nih, kita ngaku kita pinter banget, religius banget, beriman banget. Hakikinya,
kita mungkin sedang diuji dengan semua itu. Baik sezarrah apapun itu. Ketika seorang
manusia menjadi begitu berilmu, kelak akan datang masa ketika dia akan diuji
dengan keilmuannya. Begitu juga dalam setiap aspek hal yang kita punya dan
jalani sekarang ini. Punya wajah cantik maupun ganteng? Mungkin kamu lagi diuji,
gimana pada akhirnya kamu mempergunakan wajah cantik dan ganteng kamu? Pakaian kamu?
Hakikinya kamu tahu kan gimana yang sebenarnya baik dan salah? Overload gak? Atau
biasa-biasa aja? Okay sih. Aman. Gak berlebih-lebihan. Who knows? Kedepan
malaikat bakalan nginterogasiin kita, berfaedah gak setiap nikmat yang udah
dianugerahin? Kamu gunain ke apa aja? Kamu lolos ujian gak? Kamu justru jadi
merasa paling bersih dan suci ya karena kamu paling baik diantara kalangan
teman-temanmu? Wallahualam. Termasuk nikmat dalam menggunakan sosial media. Akan
dipertanyakan.
Apakah manusia itu mengira bahwa
mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Al-Ankabut ayat 2-3.
Semoga
kita termasuk golongan orang-orang yang benar. Aamiin.
But
no need to worry gaess. Kali ini yeay ! Fadhilah Ata bakalan ngeblog kembali. Bismillah.
Semoga dengan setiap postingan kedepan, lebih banyak hikmah yang dapat
dijadikan pelajaran dan refleksi pikiran. Kalau ada yang kurang baik, boleh deh teman-teman komen dibawah. Saling berbagi. Yang penting bukan bagi-bagi suami. Please lah kan. Aku suka madu, tapi gasuka dimadu. Eitss.. ini pembahasannya udah ngalor ngidul. Overload. Wkwkwkw. Istighfar say. Wkwkwkw
Jadi
selama beberapa bulan ini, aku tuh gak cuman mingkem di kasur doang kok. Biarpun
kebanyakan loosing class di beberapa matakuliah karena sering ketiduran. Wkwkwk
(ini rahasia. Jangan sampai mamakku tahu)
Kemarin
aku ikut program PPAN, ternyata belum rejeki lulus. Yaudah lah yaw, at
least you’ve tried ta! Proud of u. Ucapku sambil berkaca di depan dinding pintu
gramedia.
Belakangan,
aku juga mulai aktif gabung disebuah UKM yang lumayan berfaedah. Well disitu
aku jadi lebih banyak ngebuka hati dan mulut buat ngaji lagi. Kalau engga, bisa
berabe entar. Malu guehh sama mereka ckckck.
Ternyata
aku juga punya rasa malu. Aku baru menyadarinya kemarin sore (mohon maap. Dulu keseringan
pecicilan. Sekarang udah agak surut).
Aku
lupa membuang sampah sisa makan batagor didepan meja teras lab kampus. Nah,
pelastik batagornya dipotoin sama dosen, terus di share ke grup jama’ah
mahasiswa matematika dengan caption “ini
punya ata... napa gak di buang..... udah ketahuan siapa yang sering tinggalin
sampah di lab”.
Kebayang
gak? gimana ekspresi aku pas lagi anteng-antengnya ngokang-ngokang kaki di
kosan, lagi enak nyantai tiduran. Tiba-tiba dapat notif dari grup prodi dengan
foto sisa pelastik batagor yang aku makan dengan lahap pas tadi siang di
kampus. Dan.. yeah. Seluruh jamaah matematika nandain sekarang. Itu sampah
batagornya si Fadhilah Ata.
Reflek
dah. Aku langsung bales “Astaghfirullah. Khilaf bukkk. Otw saya buang buk. Lupaaa.
Seriusss. Otw buk.”
Udah
deh, aku kagak mikir lagi itu sambil pakai celana sarung, jilbab kurung, baju
kaos, plus sembarang narik almamater di gantungan baju. Tanpa pikir panjang,
aku langsung menuju lab matematikaku tercinta. And guess ?
Parah.
Aku malu bener say. Wong ternyata sore itu pas lagi rame-ramenya orang didepan
teras lab. Dengan kostumku yang seperti ini?
Baiklah.
Bukan Fadhilah Ata namanya kalau tidak memiliki rasa percaya diri yang over load. nah kan (jangan ditiru. kadang-kadang doang). Aku
langsung ke teras. mencari sampah pelastik batagor. Dan.... ternyata sudah
dibuang. Dan teman-teman yang berada disitu menertawakan saye yang polos ini.
Bahkan dosen yang ngabarin sampah batagor saye di grup prodi juga masih di lab dan juga menertawakan sayee. Dan... saye juga menertawakan diri saye sendiri. dan dan dan..... Gimana? Keren
kan? Ampun dah. Alhamdulillah. Okheh fix. Next kita update ke cerita berikutnya
! (sok polos kamu ! abang-abang dikampus aja kamu gangguin :p)
Tahu
perihal demo PT. EMM kemarin? Yang sampai disegel kantor gubernur Aceh sama
mahasiswa? Nah. Disitu aku ga ikutan demo karena disuruh berdoa ajah sama
sibling. Katanyee “adek gausah ikutan ke lapangan. Bantu doa aja.”
Yahhh. Setelah
baca pesan itu akunya gak jadi ngegass kesana. Okaydengs. Yang penting jaga
lingkungan aja deh ! jangan kayak aku dan pelastik batagor. Jangan buang sampah
sembarangan. Btw sumvehh. Khilaf. Malah baru first time pula lagi makan batagor
selama di kampus. Yauda lah, ambil hikmah. Mungkin ini pelajaran karena kemarin
aku sempat godain teman didepan dosen “pak
dia sengaja gak masuk tadi, terus sembunyi disini (dibawah meja disampingku)”.
Wajar, karma hadir kepada hamba karena kejailan hamba menggoda teman
yang pada akhirnya dia malu dan kesal kepada hamba. Ampuni hamba yaa rabb.
(padahal niatnya bercanda, soalnya bapaknya juga enak gitu diajak ngobrol. My favourite
lecturer!)
Makanya,
bercanda boleh. Tapi hati teman tetap harus dijaga ! (pelajaran. Untung temannya
baik. Mau memaafkan. Alhamdulillah. Semoga tidak pendendam dan selalu dalam lindungan
Allah :v nyogok pakai doa )
Itu
saja dulu untuk malam ini. Masih ada kisah lain yang mau aku sharing. Insya Allah
kita sambung ditulisan berikutnya. Wassalam. gaboleh panjang-panjang. ketagihan entar
Note:
Husnudhan yak ! kalau rindu obatnya bertemu. Kalau dipenuhi nafsu obatnya
mengingat mati. Kalau lalai dengan sesuatu tinggalin aja dulu. Learn to handle
your self first! And then others! Kita ga sesuci yang diharapkan orang, kadang
kita khilaf. Tapi bersyukur, masih ada yang perduli dan sayang sehingga saling
mengingatkan. Watawa shaubil haq. Watawa shaubisshabr.
Learn
to care! Treat yourself to be aware with sampah dan tong sampah. Termasuk sampah
dihati :)
wallahualam
"Nulis tentang sampah, itu sampah didapur kalau mamak suruh buang lama sekali dikerjakannya. hmm..."
*plakkk -_-
Comments