Ini
tulisan keduaku hari ini, tulisan pertama tidak berkisah tentangmu. Tulisan pertama
terlalu pilu untuk dipaparkan. Tulisan pertama terlalu berharga untuk diketahui
olehnya, ibuku.
Entahlah,
sejak kapan aku merasa terperosot seperti ini, kehilangan percaya diri
bahwasanya akupun pantas bagimu. Sejak berpekan-pekan aku mengamati, mengambil
kesimpulan sendiri, aku... tidak pantas berangan-angan untuk bisa engkau sukai.
Perlahan,
aku mulai mengalihkan energi, meninggalkan media sosial satu per satu, aku menemui
kehampaan tanpa viewmu di statusku, aku merutuki diriku, sungguh aku berdosa
menyalahkan niat mengalihkan emosi dan energi.
Sebenarnya
bukan suatu masalah, perihal media sosial adalah ujian lain. Engkaupun merupakan
kasus yang lain.
Kadang,
aku hanya ingin melawan diri sendiri dengan mengatakan “aku bukanlah budak
dunia.” di satu sisi, itulah yang sebenarnya terjadi. Kemudian aku berusaha
meninggalkannya, yang memperbudakku selama ini. Akun instagram dan facebook
sudah mulai aku redam sementara, entahlah sampai kapan, biarkan aku mampu
mengendalikan diriku.
Ada
satu perkara yang amat sangat menyulitkanku...
Akan
sangat menakutkan jika aku menjadi budak cinta. Akan sangat mengkhawatirkan. Lihatlah?
Energi media sosialku tercurahkan menjadi sesuatu yang lebih berguna, aku
kembali menulis.
Namun...
Jika
energi cintaku terkuras habis olehmu, maka apa yang akan tersisa bagiku?
Entahlah,
energi itu seakan pergi mengalir, melarikan rasa percaya diriku. Semakin aku
mengenal orang-orang terdekat disekitarmu, keimananku bertambah, begitupula
rasa maluku, begitupula rasa ketidakpantasanku sebagai yang baik bagimu.
Engkau
tidak akan pernah tahu, karena sejujurnya akupun tidak pernah mengerti mengenai
spesifikasi perasaanku.
Kadang,
aku merasa kita seperti dua benda langit yang beriringan berjalan, menuju ke
tujuan yang sama dengan jarak yang berbeda.
Kadang,
aku merasa akulah yang lebih sering menghidarkan bulu mataku untuk dapat
mengedip sekilas kearahmu, sekejap aku membuang pandangan.
Sebuah
flm memberiku motivasi mengenai kerinduan dan manusia. "Aku seakan tidak bisa
berjalan ke arah yang kumaksudkan, aku tidak bisa melakukan apa yang aku
inginkan, aku seolah melihatmu namun jauh dalam jangkauan, itulah manusia
dengan kerinduan. Ada namun tiada, merasa namun tak terdekap, tipis sekali".
Energi
ini akan aku pelihara
Rasa
ketidakpantasanku akan terus aku jaga
Semoga
ini memberi ruang bagi hatiku jika tidak memilikimu
Akhirnya
aku mempunyai alasan mengapa harus melepaskan sesuatu
Akhirnya
aku mempunyai alasan mengapa harus ikhlas mengenai bagaimanapun ketetapan
tuhanku.
"Energi
cinta dan budak dunia".
Itulah
kiasanku sebaga pendekar sakti dizaman ini.
Kekuatanku
adalah cinta. Kelemahanku adalah menjadi budak dunia. Astaghfirullah....faghfirlii yaa Rabbii
Comments