Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

TAHUN BARU INI KIAMAT ATAU TIDAK?


Hai? Assalamu’alaikum. Apa kabar? Sudah tahun baru? Walau bagaimanapun tetap kita ucapkan alhamdulillah. Welcome 2019.

Tidakkah kita memperhatikan? Bagaimana alam bekerja sesuai kadarnya? Bagaimana pohon tumbuh sesuai takdirnya? Bagaimana angin berhembus sesuai dengan perintah dari tuhannya? Allah swt. Bagaimana bulan berevolusi pada jalan dan ukuran waktunya? Bagaimana bumi juga berotasi pada jalan dan ukuran waktunya?

Ini mengenai revolusi bulan. Ini mengenai  matahari yang dilalui oleh bumi. Lihatlah... mereka tetap berevolusi, berotasi, bekerja sesuai kadarnya tanpa berselisih disana dan sini. Alhamdulillah, matahari masih pada aturannya, terbit di timur, tenggelam di barat. Hal-hal beginilah yang seharusnya patut disyukuri di awal 2019 ini. Banyak-banyak bersyukur. Cobalah mendadak matahari tahun ini melakukan eksperimen sendiri atau bumi berbalik arah rotasi dan mendadak mataharinya terbit di pagi hari nanti di sebelah barat? Wah... bisa gawat.

Sebelum membahas mengenai matahari, sini deh, we mau kenalin mengenai perjalanan si bulan dalam mengelilingi bumi.

Pada saat bulan mengelilingi bumi sebanyak satu kali, maka bulan juga melakukan perputaran pada porosnya sebanyak satu kali. Oleh karena itu, rotasi bulan sama dengan waktu revolusi bulan. Sedangkan revolusi bulan adalah periode atau waktu yang diperlukan oleh bulan mengitari bumi. Sekali berotasi bulan memerlukan waktu selama 29 hari 12 jam 44 menit dan 3 detik. Nah, revolusi bulan lah yang digunakan oleh umat islam dalam menentukan perhitungan atau permulaan kalender hijriah atau disebut juga kalender qamariah. Pada kalender hijriah, jumlah harinya ada yang 29 dan 30 hari. Maka, dalam satu bulan pada kalender hijriah memiliki lama sekitar 29,5 hari yang hal ini menyebabkan dalam kalender hijriah ditemukan adanya tahun kabisat (kalender habis dibagi empat). Berbeda dengan kalender masehi, kalender hijriah lebih cepat 11 hari dan menyebabkan beberapa hari besar keagamaan umat islam setiap tahunnya berubah lebih cepat 11 hari dari tahun sebelumnya pada kalender masehi.

Nah, udah ngerti kan mengenai perputaran bulan yang menjadi titik dasar perhitungan kalender hijriah? Okay. Sekarang kita capcuss ke mengenai si tahun masehi yang melibatkan matahari.

Rotasi bumi memiliki arti bahwasanya si bumi bergerak berputar pada sumbunya. Bumi kita ini berputar ke arah timur, atau jika dilihat dari utara, melawan arah jarum jam. Akibat perputaran ini, setiap daerah di bumi mengalami siang dan malam, walaupun dengan panjang siang dan malam yang berbeda-beda. Masa rotasi bumi pada sumbunya dalam hubungannya dengan matahari adalah 24 jam, 12 bulan, dan 365 hari. Dari penanggalan sehari-hari yang kita lalui, kita biasanya menggunakan sistem perhitungan waktu dengan matahari. Yakni, kalender masehi.

Tanpa merujuk ke sejarah penamaanya ataupun babibu itu (elu baca sendiri deh di google, asal mula penamaan kalender masehi, atau apapun itu), we hanya ingin mengambil sisi positifnya disini.

Ketika matahari, bumi, dan bulan saling mengerjakan tugasnya, pada putaran dan waktunya, kenapa kita tidak bisa lebih dewasa dalam memperhatikan mereka? Merasa lebih bersyukur karena mereka tidak selalu berselisih satu sama lain. Sebagai umat muslim kita percaya bahwa matahari dan bulan adalah ciptaan Allah swt. Oleh karena itu, kita patut mengucap syukur atas kebaikan ciptaan tersebut.

Merayakan tahun baru masehi, alhamdulillah. Tahun baru hijriah, alhamdulillah. Matahari dan bulan sama-sama ciptaan Allah.

Nah, problemnya nih. Cara kita bersyukur itu (umat muslim) bukan dengan hura-hura pesta ria berantakan ribut. Itu yang kurang tepat. Jadi, intinya we Cuma mau berbagi segitu sahaja sekaligus, mengingatkan diri sendiri juga deh :v

Mengenai tindakan yang tepat bagaimana cara menyukurinya bagaimana? Ya pokoknya jangan sampai salah kaprah mengikuti kaum di seberang.

Bukan loncat-loncat kejalan menari sana menari sini. Maksud we gitu. Ngerti lah kan? Ckckck. Agh pembaca blog we kan pinter. Alhamdulillah.

Btw, selamat datang 1 januari 2019! Alhamdulillah kalau matahari masih terbit disebelah timur untuk hari esok. Bumi tidak marah dan berganti arah rotasi. Alhamdulillah. Bhuehehehe...

Semoga 2019 dipenuhi dengan kebaikan, kejadian yang dapat diambil hikmah, mempererat persaudaraan, tidak mudah diadu domba, dapat berfikir jernih, menambah pahala, dan dicintai kita semua (umat nabi Muhammad) oleh Allah swt. Aamiin.

Comments

Popular Posts