Hai?
Assalamu’alaikum. Apa kabar? Sudah tahun baru? Walau bagaimanapun tetap kita
ucapkan alhamdulillah. Welcome 2019.
Tidakkah
kita memperhatikan? Bagaimana alam bekerja sesuai kadarnya? Bagaimana pohon
tumbuh sesuai takdirnya? Bagaimana angin berhembus sesuai dengan perintah dari
tuhannya? Allah swt. Bagaimana bulan berevolusi pada jalan dan ukuran waktunya?
Bagaimana bumi juga berotasi pada jalan dan ukuran waktunya?
Ini
mengenai revolusi bulan. Ini mengenai matahari yang dilalui oleh bumi. Lihatlah...
mereka tetap berevolusi, berotasi, bekerja sesuai kadarnya tanpa berselisih disana dan
sini. Alhamdulillah, matahari masih pada aturannya, terbit di timur, tenggelam
di barat. Hal-hal beginilah yang seharusnya patut disyukuri di awal 2019 ini.
Banyak-banyak bersyukur. Cobalah mendadak matahari tahun ini melakukan
eksperimen sendiri atau bumi berbalik arah rotasi dan mendadak mataharinya terbit di pagi hari nanti di sebelah barat?
Wah... bisa gawat.
Sebelum
membahas mengenai matahari, sini deh, we mau kenalin mengenai perjalanan si
bulan dalam mengelilingi bumi.
Pada
saat bulan mengelilingi bumi sebanyak satu kali, maka bulan juga melakukan
perputaran pada porosnya sebanyak satu kali. Oleh karena itu, rotasi bulan sama
dengan waktu revolusi bulan. Sedangkan revolusi bulan adalah periode atau waktu
yang diperlukan oleh bulan mengitari bumi. Sekali berotasi bulan memerlukan
waktu selama 29 hari 12 jam 44 menit dan 3 detik. Nah, revolusi bulan lah yang
digunakan oleh umat islam dalam menentukan perhitungan atau permulaan kalender
hijriah atau disebut juga kalender qamariah. Pada kalender hijriah, jumlah
harinya ada yang 29 dan 30 hari. Maka, dalam satu bulan pada kalender hijriah
memiliki lama sekitar 29,5 hari yang hal ini menyebabkan dalam kalender hijriah
ditemukan adanya tahun kabisat (kalender habis dibagi empat). Berbeda dengan
kalender masehi, kalender hijriah lebih cepat 11 hari dan menyebabkan beberapa
hari besar keagamaan umat islam setiap tahunnya berubah lebih cepat 11 hari
dari tahun sebelumnya pada kalender masehi.
Nah,
udah ngerti kan mengenai perputaran bulan yang menjadi titik dasar perhitungan
kalender hijriah? Okay. Sekarang kita capcuss ke mengenai si tahun masehi yang
melibatkan matahari.
Rotasi
bumi memiliki arti bahwasanya si bumi bergerak berputar pada sumbunya. Bumi
kita ini berputar ke arah timur, atau jika dilihat dari utara, melawan arah
jarum jam. Akibat perputaran ini, setiap daerah di bumi mengalami siang dan
malam, walaupun dengan panjang siang dan malam yang berbeda-beda. Masa rotasi
bumi pada sumbunya dalam hubungannya dengan matahari adalah 24 jam, 12 bulan,
dan 365 hari. Dari penanggalan sehari-hari yang kita lalui, kita biasanya
menggunakan sistem perhitungan waktu dengan matahari. Yakni, kalender masehi.
Tanpa
merujuk ke sejarah penamaanya ataupun babibu itu (elu baca sendiri deh di
google, asal mula penamaan kalender masehi, atau apapun itu), we hanya ingin mengambil sisi
positifnya disini.
Ketika
matahari, bumi, dan bulan saling mengerjakan tugasnya, pada putaran dan
waktunya, kenapa kita tidak bisa lebih dewasa dalam memperhatikan mereka?
Merasa lebih bersyukur karena mereka tidak selalu berselisih satu sama lain.
Sebagai umat muslim kita percaya bahwa matahari dan bulan adalah ciptaan Allah
swt. Oleh karena itu, kita patut mengucap syukur atas kebaikan ciptaan
tersebut.
Merayakan
tahun baru masehi, alhamdulillah. Tahun baru hijriah, alhamdulillah. Matahari
dan bulan sama-sama ciptaan Allah.
Nah,
problemnya nih. Cara kita bersyukur itu (umat muslim) bukan dengan hura-hura
pesta ria berantakan ribut. Itu yang kurang tepat. Jadi, intinya we Cuma mau
berbagi segitu sahaja sekaligus, mengingatkan diri sendiri juga deh :v
Mengenai
tindakan yang tepat bagaimana cara menyukurinya bagaimana? Ya pokoknya jangan
sampai salah kaprah mengikuti kaum di seberang.
Bukan
loncat-loncat kejalan menari sana menari sini. Maksud we gitu. Ngerti lah kan?
Ckckck. Agh pembaca blog we kan pinter. Alhamdulillah.
Btw,
selamat datang 1 januari 2019! Alhamdulillah kalau matahari masih terbit
disebelah timur untuk hari esok. Bumi tidak marah dan berganti arah rotasi.
Alhamdulillah. Bhuehehehe...
Semoga 2019 dipenuhi dengan kebaikan, kejadian yang dapat diambil hikmah, mempererat persaudaraan, tidak mudah diadu domba, dapat berfikir jernih, menambah pahala, dan dicintai kita semua (umat nabi Muhammad) oleh Allah swt. Aamiin.
Comments