Bismillahirrahmaanirrahiim...
Semoga tulisan kali ini mampu menyentuh hati yang gersang. Seperti hujan
yang menyuburkan. Seperti hujan yang menggemburkan. Seperti kaktus yang tetap
bertahan. Seperti buih dilautan ditepi pantai, seperti debur ombak yang
membara. Yang memecah karang, memecah kesunyian dan hambatan. Semoga tulisan
ini menjadi pembangkit bagi hati yang mati.
Dalam berjalan, kutemui banyak pandangan. Ramah menyapa, hangat
membalas, tersipu melihat, bersyukur merasa. Manusia, begitu beragam
mengajarkan kita. Manusia mengajarkan kita untuk marah, bahagia, jatuh cinta,
dan salah faham.
Ada banyak sekali kebetulan yang bersarang, ada banyak hal yang
selalu kita fikirkan benar padahal salah, kita fikirkan salah padahal benar. Kita
tidak pintar menduga-duga dan berburuk sangka. Andaikata kita diciptakan sama,
sungguh. Aku tidak akan dapat menemukan hal yang berbeda pada dirimu. Aku tidak
akan bisa membedakanmu dengan yang lainnya. Itulah salah satu rahmat yang ingin
Allah tunjukkan kepada hamba-hambanya. Supaya aku dapat mengenalimu.
Allah mampu menciptakan segala bentuk perbedaan yang
dikehendakiNya. Allah mampu menggerakkan hati kita untuk mengenal antara iya
dan tidak, mungkin dan akan, aku, kamu, dan kalian. Persahabatan dan
percintaan. Allah yang menghidupkan hati yang gersang untuk kita saling
mengenal dengan caraNya.
Aku, dan tumbuhan disampingku, tidak akan pernah bisa menebak apa
yang sedang sebenarnya tanah dan langit rasakan. Apakah langit akan menghujani
kita? Apakah bumi akan membelah dengan sendirinya? Membenamkan kita? Haruskan aku
berburuk sangka pada bisikanmu yang rahasia? Haruskah aku tahu setiap gerak dan
isi hati yang sebenar-benarnya? Sungguh, kita adalah makhluk yang merasa tahu
padahal tidak tahu, merasa kegeeran padahal bukan seperti itu, merasa kecil
padahal besar. Siapa lah sejatinya yang bisa membaca setiap bahasa kehidupan
yang begitu dalam?
Hari kemarin, sekarang, maupun lusa. Akan ada selalu saja yang
baru. Akan ada selalu saja yang sebenarnya benar padahal tidak, yang tidak
padahal benar. Unik sekali jika difikirkan. Seperti merasakan garam yang gurih
asin dan kemanisan. Namun tidak dengan gula yang jelas sudah manis dan mustahil
asin. Entahlah, lidahku kelu membedakan manis dan asin pada garam. Seperti itulah
manusia yang kujumpai. Seperti kamu, seperti kadar garam dilautan.
Ada banyak syair indah yang sudah kubaca, menggerakkan hati yang
gersang, berusaha menggemburkan, pada kaktus yang bertahan.
Berjumpa kadang menyenangkan, berjumpa kadang menjemukan. Mencari-cari
alasan. Bergunakah segala perbuatan? Sungguh Allah maha tahu segala urusan. Apa
yang sedang engkau lakukan?
Menghidupkan karangan. Hatiku seperti lembaran. Mengisinya ialah
dengan banyak-banyak membaca apa yang tidak tertulis, mendengar apa yang tidak
terdengar. Bagaimana caranya? Keluar. Keluarlah dari kebohongan yang aku
rahasiakan. Keluar mendobrak pagar, membiarkan yang dilisan pecah menjadi
tulisan.
Agak sakit rasanya, mengetahui yang sebenar-benarnya. Kegersangan pikiran
dan kenyataan. Tapi itulah kita. Belajar dari skenario dunia. Menghubungkan puzzle-puzzle
cerita seolah tertuju untuk kita. Nyata, setiap cerita tersebut memiliki
konteks yang berbeda-beda. Sekali lagi, hati yang gersang, akan hidup dengan
berjumpa, membaca, dan mendengar. Bertatap muka.
Jantungku kini tak hanya diisi darah, ada namaMu disetiap detaknya.
Akurat dan tidak pernah salah. Sang Maha Pencipta. Allah swt.
Obat dari segala obat. Hatiku akan kembali berulah. Biarlah...
Fitrah dari Allah, bagi hambanya yang menyukai segala ciptaanNya. Menyukaimu,
pohon, kaktusku, adalah bahagian dari rasa syukurku pada Yang Maha Kuasa.
Biarlah...
Akan indah kebun yang dijaga. Milik Allah segala-galanya. Aamiin.
*tetaplah berbeda. Tetaplah diduniamu, apa adanya. Untuk penulis tercinta.
(kamu tahu gak sih? nulis ini aja referensi hatinya harus dibuat baper dulu. kayak... harus deket sama makhluk-makhluk baper, dengerin curhatan hati mereka, menguhbungkan persamaan perasaan yang dirasakan sesama, baca sajak-sajak baper. nah... baru deh bisa tercipta kalimat yang baper-baper. wkwkwk)
entar aku buat kamu panas dingin pas bacanya ya, lol.
Comments