Kita
adalah manusia yang membutuhkan banyak cinta, pengertian, dan perhatian.
Kita
adalah manusia yang cepat lelah dan bosan.
Kita
adalah cicit Adam yang membanggakan diri, banyak berdiam diri, tanpa peduli.
Kita
adalah pribadi yang banyak memendam sesuatu untuk diungkapkan.
Kita
adalah makhluk yang banyak menuntut untuk tidak dituntut. Kita, adalah manusia.
Beberapa
orang, memiliki banyak hal untuk dikatakan.
Beberapa
orang sudah mengatakan banyak hal, namun masih ada yang mengganjal.
Kita...
membutuhkan penegasan dan kepastian.
Kita...
tidak pernah merasa terpuaskan.
Kita...
merasa diri selalu paling benar.
Duhai
jiwa-jiwa yang tidak tahu harus berbuat apa
Duhai
jiwa-jiwa yang dipenuhi keragu-raguan dan angan-angan
Duhai
jiwa-jiwa yang tidak suka diganggu
Duhai
jiwa-jiwa yang khawatir akan cinta
Duhai
jiwa-jiwa yang terbawa arahan syaithan.
Bersabarlah.
Manisnya
kepatuhan akan berujung pada keberkahan.
Patuh
terhadap orangtua, mendapat berkah dari mereka.
Patuh
akan cinta dan sabar, mendapat berkah dari Rabbnya.
Hadiah
terbesar, bagimu jiwa-jiwa yang sabar
Dan Allah mencintai orang-orang
yang sabar (Qs. Ali Imran ayat 146)
Hanya orang-orang yang bersabarlah
yang disempurnakan pahalanya tanpa batas (Qs. Az-zumar ayat 10)
Mereka itu akan diberi balasan
dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka (Qs. Al-Furqan
ayat 35)
Sungguh, Allah beserta orang-orang
yang sabar (Qs. Al-Baqarah ayat 153)
Duhai
jiwa-jiwa yang resah akan kefanaan
Duhai
jiwa jiwa yang sedih karena tak diperdulikan
Duhai
jiwa-jiwa yang kehilangan rasa malu karena berkurangnya iman
Takut
apakah engkau sekarang?
Keikhlasan
dan penyerahan diri tidaklah semudah mengetik tulisan. Tidaklah semudah
mengungkapkan dengan lisan.
Jika
memang mudah, maka berlian akan berserakan dipasaran. Emas akan kehilangan
harga. Mutiara kerang akan dianggap sama dengan keong pinggiran sawah.
Ada
hal-hal yang patut dinilaikan sesuai kesungguhan.
Kesabaran
itu, harganya mahal, tidak pasaran. Tidak mudah untuk dikerjakan. Janganlah kamu
berputus asa.
Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang
melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah swt. Sesungguhnya Allah swt mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya
Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada
Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian
kamu tidak dapat ditolong (lagi). (Qs. Az-Zumar ayat 53-54)
Cerita
dunia ini kadang sungguh aneh.
Kadang,
diri sendiri membalut diri dengan sampul religi
Busuk
didalam, hanya pribadi yang mengetahui.
Kadang,
melihat manusia bukan dari yang berumbai jilbab panjang lebar maupun berpeci. Namun
dari hati dan lisan yang hati-hati. Budi pekerti.
Boleh jadi hanya karena sepatah
kata meluncur dari lisan, dengannya binasalah insan. (ibnu al-Jauzi)
Siapakah
hamba, yang tidak banyak mengetahui?
Siapakah
hamba, yang begitu merasa seperti panas-panas tai ayam?
Siapakah
hamba, yang keistiqamahannya masih kurang?
Banyak
tertawa mematikan hati, seperti penulis ini.
Comments