Bismillahirrahmaanirrahim.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
saya
mulai tulisan ini dengan memuja dan memuji yang maha memberi rahmad dan rezeki.
Rahmad ujian, kesukaran, kedukaan, maupun kesukaan. Rahmad bagi setiap umat,
bagi setiap hamba.
Maha
suci Allah yang mengnugerahi kita segala hal yang sesuai dengan kesanggupan. Kesanggupan
jasmani, rohani, perasaan.
Surat
untuk sahabat saya... (nama dirahasiakan, hahaha)
Sore
tadi, dia datang menuju saya. Mengedor-ngedor pintu kamar, “surprise!”
Well,
dia datang tanpa pemberitahuan.
Sesuai
seperti nasehat ustadz Salim Afillah dalam salah satu video di yutup yang saya tonton, bahwasanya bagi perempuan,
sharing is caring. Sedangkan bagi laki-laki, sharing berarti lemah. Video tersebut
saya kirimkan kepada sahabat saya malamnya. Kemudian sore ini, dia datang,
melepaskan gundah dan perasaan terpendam yang begitu menggebu-gebunya tertahan.
Tidak bisa begitu saja terlepas. Sahabat saya yang malang...
Surat
untuk sahabat...
Didunia
ini, ada banyak macam jenis ujian yang Allah hadiahkan. Ada ujian dalam
keluarga, tidak akur dengan ibu bapak. Ada ujian konflik antar negara,
peperangan dan kehancuran dimana-mana. Ada ujian mengenai nilai dan akademik di
tempat belajar. Dan, ada ujian mengenai perasaan cinta.
Orang-orang
yang Allah uji dengan peperangan, belum tentu tahan dengan ujian berupa masalah
dalam kekeluargaan. Begitu pula sebaliknya.
Kamu,
wahai sahabat, sedang Allah uji mengenai perasaan, suka. Karena kalau kamu di
uji dengan ujian peperangan, pertumpahan darah, pemboman, kelaparan, mungkin
kamu tidak akan sanggup melaluinya. Dan Allah tidak pernah memebani hambanya
diluar kesanggupan hamba tersebut. (boleh dibuka Qs. Al-Baqarah ayat 287).
Sungguh,
bukan berarti saya yang sedang menulis ini juga sudah pernah mengalami segala
jenis ujian tersebut sehingga berani menulis surat seperti ini kepada kamu. Bukan.
Tapi,
dulu saya juga pernah merasakan seperti yang kamu rasakan. Bergejolak,
menggebu-gebu terhadap perasaan.
Namun,
banyak mengetahui dan mengisi nurani dengan hal-hal yang bermanfaat dapat
merubah gejolak perusak konsentrasi tersebut kearah yang lebih baik.
Apa
yang saya dapatkan? Apa yang saya lakukan kala saya ditimpa ujian mengenai hal
tersebut?
Iya,
saya merenung, menyendiri, dan berfikir. Kala itu, saya tidak tahu harus
bercerita kepada siapa. Saya tertutup bahkan dengan kertas dan pena. Saya begitu
malu. Hal itu terjadi sekitar 4 tahun yang lalu. Otak dan hati saya dipenuhi
oleh virus yang SMADAV pun sukar mematikannya.
Obatnya,...
adalah waktu. Saya sadar akan posisi saya saat itu. Tidak ada gunanya
menggebu-gebukan sesuatu. Itu hanya perasaan sementara. Intinya begitu. Sabar.
Sahabat...
Kamu
tahu?
Cerita
cinta Asma’ binti Abubakar? Yang cintanya kepada zubair. Terkadang dinikahi oleh orang yang dicintai selalu menghasilkan
tanya, “Cintakah kau kepadaku?” Seperti pertanyaan ‘Asma kepada Zubair yang
jawabannya belum dapat ditemukan dalam literatur manapun.
“Az Zubair, kau memberi segalanya padaku. Menanamkan benih-benih
hebat pejuang tauhid. Kau mengokohkanku dengan kisah-kisah pengorbanan tulus
dalam setiap desahmu. Kau memberiku segalanya, kecuali cinta yang bergelora. Az
Zubair, suamiku, jenis cinta apakah yang kau miliki untukku?”
Kata-kata di atas adalah ungkapan hati Asma binti Abu Bakar
terhadap suaminya, Zubair bin Awwam. Dikisahkan bahwa sejak mula, Asma memang
tertarik kepada Zubair. Tentang bagaimana perasaan Zubair yang sebenarnya
terhadap Asma, itu merupakan misteri. Ketika Abu Bakar sebagai ayah Asma
menawarkan anaknya untuk dinikahi, Zubair mengiyakan dengan mendatangi rumah
Abu Bakar. Zubair dan Asma kemudian dinikahkan oleh Abu Bakar.
Atau, cerita cinta khadijah kepada Rasulullah? Sehingga melalui
perantara maysarah beliau sampaikan segenap perasaannya?
Sahabatku sayang, entahlah. Aku tidak tahu bagaimana jenis cinta
atau kekagumanmu untuk abang itu. Sampai-sampai, engkau menangis penuh gelisah
menghadap Allah, baper tak karuan sepanjang waktu. Berharap-harap cemas apakah
abang itu juga menyimpan hal yang sama kepadamu?
“Momen terdahsyat ketika kita bertemu seseorang merasakan energi
dan langsung merasakan dada berdebar” – Elizabeth Kane
Apalagi... jangankan bertemu, chattingan dengan dia saja sudah
membuat tanganmu bergetar kedinginan. Hahaha...
Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun, kalau ditilik dengan
lebih waras dan pikiran yang jernih, berdasarkan psikologi, penelitian
berhasil menemukan perbedaan yang cukup buat kita untuk bisa membedakan mana
orang yang bener-bener Cinta sama kita atau hanya sekedar suka.
"Jika kamu menyukai seseorang lebih dari 4 bulan berarti kamu
mencintainya, begitupula sebaliknya"
"Rasa suka hanya bertahan selama 4 bulan, jika lebih berarti kamu
mencintainya"
Nah, sementara kamu baru suka sama dia baru cuman sekitar sebulan. Bagaimana
bisa kamu menzalimi hari-harimu dengan terus-terusan memfokuskan hati
kepadanya? Ingin berharap agar dia segera mengetahui perasaanmu. Bahkan kamu
belum tahu hatimu sejatinya seperti apa kepadanya. Suka? Atau memang cinta?
Sahabat.. itu namanya terburu-buru. Alias tergesa-gesa.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Ar-Ruh bahwa
tergesa-gesa adalah keinginan untuk mendapatkan sesuatu sebelum tiba waktunya
yang disebabkan oleh besarnya keinginannya terhadap sesuatu tersebut, seperti
halnya orang yang memanen buah sebelum datang waktu panennya.
surat Al-Isra’
ayat 11:
وَيَدْعُ الإنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ
الإنْسَانُ عَجُولا
Artinya: “Dan
manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan
manusia itu bersifat tergesa-gesa.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadisnya
yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang hamba akan
senantiasa dikabulkan doanya oleh Allah Jalla wa ‘Ala selama dia
tidak berdoa yang mengandung kezaliman, tidak memutuskan tali silaturahmi, dan
tidak tergesa-gesa. Kemudian ada sahabat yang bertanya, “Apa yang dimaksud
tergesa-gesa di sini, wahai Rasulullah?” Lalu beliau menjawab, “Aku telah
berdoa, aku telah berdoa, tetapi mengapa aku tidak melihat tanda-tanda doaku
dikabulkan? Sehingga dia lelah dalam berdoa dan meninggalkan doanya tersebut”
(HR. Muslim)
Dzun Nun (Tsauban bin Ibrahim) rahimahullahu berkata,
“Ada empat perkara buruk yang menghasilkan buah: tergesa-gesa yang buahnya
adalah penyesalan, kagum pada dirinya sendiri yang buahnya adalah kebencian,
keras kepala yang buahnya adalah kebingungan, dan rakus yang buahnya adalah
kemiskinan”.
Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, “Sifat tergesa-gesa
adalah dari setan. Sejatinya sifat tergesa-gesa juga merupakan sikap gegabah,
kurang berpikir dan berhati-hati dalam bertindak. Yang mana sifat ini
menghalangi pelakunya dari ketenangan dan kewibawaan. Dan menjadikan pelakunya
memiliki sifat menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Dan mendekatkan
pelakunya kepada berbagai macam keburukan, dan menjauhkannya dari berbagai
macam kebaikan. Dia adalah temannya penyesalan. Dan katakanlah, bahwa siapa
saja yang tergesa-gesa maka dia akan menyesal”.
Boleh jadi, kamu sedang diuji mengenai perasaanmu sendiri. Seberapa
kuat kamu mampu mengendalikannya? Seberapa besar pengaruh syaitan dapat kamu
tepis.
التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ
العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Sifat
perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa
itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam
musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash
Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
إن فيك لخصلتين يحبهما الله :
الحلم والأناة
“Sesungguhnya
dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak
tergesa-gesa.”(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586. Syaikh Al
Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Btw, capek juga cari referensi buat ngebikin hati
sahabat saya menjadi lebih tenang, kalem, percaya serta yakin sama Allah. Semoga
ujian perasaan ini menambah keimanan dan rasa cinta kamu kepada Allah swt. Semoga
kamu mampu melaluinya. Semoga segala hal yang baik tercurahkan kepadamu. Aamiin.
Sahabat... kamu harus sabar ya. Yakin. Kalau jodoh
emang gak kemana kok. tentramin perasaan dengan banyak-banya berzikir.
Setan itu pinter dia. lol
(wallahualam)
Salam~
Referensi:
Comments