Malam taby..
Yes, aku sengaja upload tulisan malam-malam. Siang susah. Ada hal lain yang jadi prioritas.
Kamu tahu? Sebuah cerita menghiasi tidur seorang perempuan yang tidak pernah membayangkan hal tersebut datang kepadanya.
Langit malam senyap, mendukung cerita ini mengalir, diperdengarkan. Angin dari kipas berbisik disela-sela rambut ikal dan rambut lurus. Menyejukkan suasana.
Tidak banyak suara motor diluar, tempat cerita kali ini berada di atas kastil. Rapunzel yang setiap malamnya ditemani tikus-tikus bernyanyi malam ini tidak ada. Kunang-kunang yang biasanya menerangi dalam sepi juga tidak ada. Penyihir yang biasanya mengontrol kastil juga tidak ada. Naga yang mengaung tiap tengah malam mengusir pemburu yang mendekati kastil juga sedang tidak ada. Rapunzel resmi dalam sepi. Berbicara dengan peri yang membuat suasana menjadi lebih hangat, mengalahkan dinginnya malam.
Sudah sejak setahun lamanya rapunzel tidak didatangi peri. Kali ini adalah kunjungannya seperti tahun-tahun yang lalu.
Setiap tahun, rapunzel mendapatkan cerita-cerita baru. Tahun ini, berhubung rapunzel sudah berusia 17, ibu peri menghadiahinya kisah cinta suci antara dua manusia yang sedang saling jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Pangeran tampan yang pintar sedang memandang seorang gadis di panggung sana. Matanya begitu mengikat hati sang pangeran. Gadis tersebut berkerudung, gadis kecil berkulit putih kuning langsat, berpakaian sopan. Waktu seolah berhenti. Hanya gadis itu seorang yang bergerak dalam pandangan mata sang pangeran. Yang lain seperti batu, atau... yang lain hanya seperti bukan apa-apa. Hanya gadis itu saja.
Acara tersebut masih berlangsung, sang gadis masih berbicara, memandu debat antar menteri dipanggung sana. Pangeran berada jauh, menyamar diantara ribuan rakyat yang menonton debat.
Sang gadis jangankan tahu, mengenal sang pangeran saja dia tidak tahu. Hanya namanya saja yang sering dielu-elukan oleh orang banyak, oleh kerabatnya, oleh teman-temannya.
Kejadian dipanggung itu masih menjadi misteri bagi pangeran, apa yang membuat hatinya terpaut pada gadis yang tidak dia ketahui sebelumnya itu?
Berhari-hari sang pangeran bernafas, makan, tidur, sambil berbenak dalam hati mengetahui ternyata nama dari gadis itu adalah fatimah. Teman-teman sang pangeran pun bertanya-tanya, apa yang membuat pangeran jatuh hati pada fatimah? Bukankah dia tidak terkenal?
Bisik-bisik angin pun sampai kebalik kerudung fatimah, dia tahu, pangeran menyukainya.
Siapa yang dapat menghalangi dua insan yang terlibat perasaan suka?
Kemudian mereka berjumpa, transparan berbicara. Sesuai dengan kaidah agama dan aturan negara, fatimah bersama temannya memberanikan diri berjumpa pangeran yang datang bersama sepupunya.
“apakah sudah ada yang mengisi, atau menunggu?”
“duhai pangeran negeri, hamba fatimah hanya gadis biasa. Haturkan hamba menceritakan tentang diri ini tanpa niat menyakiti dan melukai. Hati hamba sudah pernah diisi selama 4 tahun, sekarang pun ada yang menunggu, hamba pun pernah merasakan suka pada pemuda kota, namun hamba tahu, itu hanya rasa kagum saja. Yang selama 4 tahun pun sudah sirna, hamba putuskan karena tidak sesuai dengan anjuran agama. Hamba tidak pernah ingin menyakiti hati manusia, yang menunggu pun tidak pernah hamba hantarkan harapan kepadanya. Hati hamba pun tidak ingin diisi oleh pemuda yang haram hukumnya. Jika memang ada yang berkenan kepada hamba, sampaikan saja kepada orang tua. Sejauh ini, yang pernah ada belum pernah membuktikan hal itu kepada hamba. Bukankah niat berbicara kepada orang tua adalah bermakna ketulusan? Dan kepastian hanya milik Allah semata.”
“bagaimana jika saya yang datang?”
“datang pun bukan berarti sudah pasti ada ikatan kepada hamba, datangnya pangeran adalah wujud bukti keseriusan kepada hamba. Memberi kabar pada orang tua. Siapapun boleh datang menghadap orang tua hamba, mereka yang memutuskan siapa yang terbaik bagi hamba. Pangeran suka kepada hamba?”
“iya”
“hati itu mudah terbolak balik, hari ini pangeran suka kepada hamba. Belum tentu saat pangeran menjadi raja, hati pangeran akan sama tetap pada rasanya”
“insyaAllah saya akan datang”
Berakhirlah percakapan fatimah dan pangeran, tidak ada rasa yang tertahan. Tidak ada hati yang tersakiti. Mereka melepaskan apa yang ingin dikatakan. Tidak ada yang saling menggantung perasaan. Semuanya mengalir pada tempat dan kadarnya. Tidak berlebih-lebihan. Berserah diri pada takdir penyatuan dari yang maha kuasa. Jika jodoh, pasti tidak akan kemana.
Bulan berganti bulan, tahun mengukir guratan. Rumah fatimah sudah pernah dikunjungi beberapa pemuda, termasuk pangeran. Pangeran sudah menjadi raja. Keputusan di tangan orang tua.
Bisikan do’a melangit mengantarkan harapan kebaikan bagi semuanya. Biarkan ia mengalir.... biarkan seluruh orang berhak memilih siapa yang memang disukai. Biarkan setiap rasa suka itu direstui. Biarkan tanda-tanda persetujuan itu diridhai.
Seluruh alam yang akan menyeleksi dengan caranya. Hingga akhirnya.... fatimah bersama pangerannya.
“ibu peri, apakah fatimah benar-benar bisa bersatu dengan pangeran?”
“tentu saja anakku”
“bagaimana itu bisa terjadi?”
“restu dari Allah Swt”
“rapunzel, sudah. Itu hanya hadiah dongeng dari mama untuk kamu. Kamu sudah berusia 17 tahun. Mama harap, kamu tidak pacaran, kamu tahu kan itu tidak sesuai dengan ajaran islam?”
“hehehe, iya ma. Jadi ma, kalau ada yang rapunzel suka bagaimana?”
“rapunzel, kalau kamu sedang suka pada pria, sampaikan kepada Allah swt, rayu hatinya melalui do’a. Berzikir akan menormalkan gejolak hati. Ceritakan kepada mama, nanti akan ada jalan dari orang tua.”
“tapi rapunzel malu ma”
“hahaha, ada-ada saja kamu ini”
“ma, kalau ada yang suka sama rapunzel bagaimana?”
“em... bagaimana ya? Coba kamu contoh seperti cerita fatimah tadi, dia berani berterus terang kepada pangeran. Sampaikan, kalau memang berniat serius, kasih tahu dulu ke mama sama papa”.
“tapi kalau rapunzel gak suka sama dia ma?”
“itu urusan lain, yang penting kita sebagai wanita jangan sampai menyakiti hati pria. Apresiasikan setiap keberanian dari mereka. Hargai saja perasaan mereka. Yang penting, kamu tidak menzalimi hati sesama.”
“baik maa”
“kamu sudah besar, jaga diri, dan gantungkan setiap harapan kepada Allah swt”
“baik ma :) “
Malam berakhir diselingi mimpi cerita fatimah. Sang putri dari kedua orang tua diseluruh pelosok negeri sudah terlelap. Terlelap dengan cerita-cerita dongeng. Dongeng kehidupan yang sesuai dengan pemahaman. Demi kebaikan....
Note: itu cerita asli loh, punya temen. Aku comot ajah. Biasaa, semoga bermanfaat yak!
Comments
https://ezzyhhijabstore.blogspot.co.id/
https://ezzyhhijabstore.blogspot.co.id/