Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

PUISI PEMUDA BUTA WARNA

                                    PEMUDA BUTA WARNA
                                        Oleh: Fadhilah Ata
                                      Selasa, 10 april 2018
Masyaratkatku tercinta...
Penghuni-penghuni desa
Siapa aku yang sedang bertatap muka?
Aku...
Adalah anak muda.
Semangatku berkobar. Prinsipku sekeras baja. Tapi aku buta
Masyarakatku tercinta...
Bagian dari siapakah aku ini sebenarnya?
Sombong benar aku berbicara
Maklum, darahku masih segar. Keringatku masih hangat.
"Pemuda buta warna", itulah lakapku yang sesungguhnya.
Damai waktu mengajarkanku berlapang dada, memperhatikan dunia, memperhatikan orang tua, anak kecil, semua manusia.
Hari ini, aku sudah tahu beberapa warna
Masyarakatku tercinta yang mengajarkannya.
Dulu, mataku buta, hatiku keras, telingaku tuli, mulutku bisu.
Aku...
Tidak peka.
Aku... pelupa.
Hari ini, aku kembali menatap, meraih asa.
Hari ini, aku menitikkan air mata
Berterimakasih kepada Allah swt, yang telah mengelilingiku dengan masyarakat tercinta.
Mataku mulai mengenal banyak warna
Biru damai bak lautan
Hijau makmur bak tanaman
Berani, merah oranye terang bak api.
Siapa yang mengajarkannya?
"Masyarakatku tercinta"
Terimakasih aku ucapkan, pada semua ciptaan tuhan.
Penghuni-penghuni desa, yang telah mengajarkan pemuda buta warna, dengan keramah tamahan, dan kasih sayang.
Allahu Akbar!
Note: kemarin ada kakak senior yang lagi PPKPM request, "dek, tolong buatin puisi satu ya, untuk acara perpisahan PPKPM kakak, temanya tentang masyarakat dan kami gitu."
Emm.. okedeh kak, insyaAllah.
Terus, ya gitu deh.
Sedihnya tuh, aku gak tahu siapa yang baca puisi aku, gimana cara dia baca didepan masyarakat. -,-

Comments

Popular Posts