Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

PANGERAN KACANG LETING SOMBONG'16

selalu saja, inspirasiku bercerita muncul saat malam tiba. Malam ini lebih nyaman dibanding malam kemarin. Tadi sore sedikit hujan, seperti biasanya, aku menyukai bau tanah yang basah, aku menyukai suara rintikan air yang jatuh dari atap kamar kos, aku menyukai segala sesuatu mengenai hujan. Kecuali banjir. Maaf ya, aku agak sedikit kurang setia. Mana mungkin aku juga suka pada banjir. Tapi tenang, aku tetap tidak akan menyalahkan hujan. Iya, kau hanyalah hujan. Kau tidak salah apa-apa. Jatuhmu pun membuat pohon dan tanah merasa bersyukur. Jadi aku bisa apa?
Aku masih belum menyelesaikan tugas geometriku, tugas itu sudah berminggu-minggu lalu diberikan oleh dosen, bu hera nama beliau. Yah, beginilah aku, selalu saja mengandalkan motto “the power of KEPEPET”.
Malam ini, apa isnpirasiku? Aku tahu, itukah pertanyaanmu?
Sebenarnya ini bukan inspirasi, melainkan hanya hobi. Rasa-rasanya dalam hidup ini, aku menikmati posisiku sebagai orang yang rajin mengamati. Ibaratnya nih ya, jika ada drama, maka aku bukan pelakonnya, melainkan hanya sebagai pengantar narasi. Iya, aku sebagai naratornya.
Aku punya rencana besar sejak malam kemarin. Aku ingin menciptakan cerita hebat untuk keluarga sombongku. Aku ingin menjadi narator nyata dalam dunia. Aku ingin menulis tentang mereka, leting sombong.
Pada judul sebelum ini, kau sudah tahu posisiku?
Apa?
Sebagai cinderella? Hahaha. Bukan teman. Bukaan. Aku bukan sebagai cinderella. Aku hanya menganggap diriku saja sebagai cinderella. Aslinya, dalam cerita ini, aku hanya sebagai pengantar saja. Kau akan tahu cerita-cerita hebat lainnya mengenai si sombong. Kau akan tahu. Dan cerita ini akan menjadi bukti sejarah kesombongan kami si leting 16. Cerita ini akan dibaca oleh generasi ke generasi. Kau akan mengenal kami, bahkan anak cucumu pun akan mengenal kami, si leting sombong.
Setelah kabar mengenaiku yang berubah menjadi cinderella tersebar, tiba-tiba seseorang datang menyapaku, mengaku-ngaku sebagai pangeran kacang.
Kau masih ingat mengapa aku menyebut keluargaku sebagai keluarga sombong? Iya, tentu saja karena mereka sering membuat satu sama lain merasa krik, merasa dikacangkan. Dan anehnya, setiap keluarga sombong bangga akan hal itu. Tentu saja. Karena begitulah kami adanya.
Pangeran kacang... tentu saja. Dialah yang paling sering dikacangkan dalam keluarga sombongku. Dia manusia, bukan kacang. Juga bukan sebagai si penjual kacang. Dia lebih tinggi dariku. Dia sama sekali tampak seperti bukan kacang. Namun sikapnyalah yang sering dikacangkan oleh teman-teman sombong.
Pangeran kacang... hahaha.
“sudah kau ciptakan cerita untukku 096?”
“belum”
Seperti itulah jawabanku. Bukan berarti aku mengacangkannya karena belum menyelesaikan cerita untuknya. Bukan.
“bagaimana pendapat kalian untuk acara leting kita tahun ini?”
“krik.....”
Tidak ada satupun balasan  di grup sombong yang menanggapi pertanyaan darinya.
Dia masih berusaha, “sekarang coba voting, kalian lebih memilih ayam atau ikan?”
“krik.....”
Masih sama. Dia dikacangkan.
Pangeran kacang? Hahahaha... dia menagih cerita mengenai dirinya. Kelak jika tulisan ini dibaca oleh generasi leting lainnya, kalian akan tahu, betapa gigihnya pangeran kacang leting 16.
Sekacang apapun dia....
Tetap saja “krik.....”
Dia dikacangkan.
Entah mengapa, tulisanku inipun rasanya menjadi hambar. Seolah-olah akupun ingin mengabaikan ceritaku tentangnya. Apakah akupun akan mengacangkannya?....
“krik.....”
Kacang. :3
Teman, sebenarnya... pangeran kacang adalah tokoh kuat dalam keluargaku ini. Kau akan tahu nanti. Dia begitu gigih  terutama gigih menagih cerita
Siang di awal bulan tahun 2018...
Sudah lama kuanggurkan cerita ini sejak di Banda Aceh. Aku sibuk dengan tugas akhir semester. Biarpun aku tahu bisa menulis barang beberapa menit, namun tetap saja aku anggurkan tulisan ini. Sejak lama dia sudah menagih cerita ini, namun sengaja tak kulanjutkan. Kau tahu kenapa? Aku tidak suka menyuguhkan sesuatu yang sudah dinanti-nanti manusia. Aku tidak suka membuat mereka menyimpan harapan menunggu sesuatu dariku. Aku akan memberi tanpa diminta, aku akan kembali saat mereka lupa.
Inilah cerita lanjutan mengenai pangeran kacang leting sombong.
Matahari bersinar begitu terang, hari ini cerah membakar. Matahari di Aceh Utara, sekuat-kuatnya sinar, aku rasa masih lebih menyengat lagi ketika sedang di Banda.
Nilai semester ganjil kali ini juga sudah keluar di portal. Musim ini sedang hangat-hangatnya cerita mengenai dilan, banyak orang mengikuti beberapa kata rayuan karangan pidi baiq dalam novelnya yang viral dimana-mana, contohnya “jangan rindu, berat. Kamu gak akan kuat, biar aku saja.”kata dilan.
Kemudian, berhubung nilai semester di portal juga sedang hangat-hangatnya dibicarakan, para manusia pun mulai membuat meme lucu mengikuti kata-kata dilan, “JANGAN BUKA PORTAL, BERAT. KAMU GAK AKAN KUAT, BIAR AKU SAJA.” Hashtag dilan(da) portal. Aku pun tersenyum geli membaca meme tersebut.
Pangeran kacang, dia menyampaikan pesan. Aku meneruskan apa yang ingin dia utarakan.
“di SMA udah terkenal batak, dikuliah malah kacang.
Aku paling suka makan sate. Aku paling gak suka kalau lihat cewek lagi nangis”
“hahaha... taikmu banyak” begitulah responku, dia bercerita mengenai dirinya.
“banyak dikit”
“terus?”
“aku baru beli batere hp baru, dulu hp aku macam laptop yang kalau dilepas charger mati sendiri
Dan sekarang aku bahagia, hp aku udah gak mati sendiri lagi
Aku suka bergaul dengan semua unit, dan aku paling suka kalau di kost aku rame orang
Aku keturunan batak mandailing dari ayah aku yang berasal dari mandailing natal dengan marga nasution, dan ibu aku asli nagan raya yang cantik jelita”
“hahaha. Dasar kacang” dia benar-benar bersunguh-sungguh bercerita mengenai dirinya. Dia benar-benar ingin aku memunculkan tentang dia kepada dunia. Andai ibunya yang cantik jelita membaca ini, aku yakin beliau akan tertawa.
“hahaha”
“katanya suruh cerita terus”
“iya, cerita aja. Bisa bahasa aceh?
“bisa lah. Malah bahasa batak yang gak bisa hahaha
Lon keturunan batak yang hanjeut bahasa batak
Tapi lon leubeh menguasai bahasa aceh. Bukan karena aku cinta budaya aceh dan mengesampingkan batak mandailing. Tapi faktor dimana aku hidup, yang dari kecil di Aceh. Makanya aku lebih menguasai bahasa aceh”
“iya iya, aku ngerti, bahasa indo aja deh”
“aku keturunan nasution, yang tidak bisa bahasa mandailing
Tapi aku lebih menguasai bahasa Aceh. Bukan karena aku cinta budaya aceh dan mengesampingkan batak mandailing. Tapi faktor dimana aku hidup, yang dari kecil di Aceh. Makanya aku lebih menguasai bahasa aceh”
“sudah dua kali kau jelaskan itu hai pliek”
“tadi suruh bahasa indo”
“bukan berarti aku suruh terjemahin, aku juga bisa bahasa Aceh hai”
“hahaha. Apam”
“apam”
Kemudian dia melanjutkan....
“aku sejak SMA sudah jadi murid teladan, baju selalu rapi yang dimasukin kedalam. Waktu pertama dan pertengahan semester pun aku rapi. Tapi... semenjak ikat pinggang aku rusak, maka gagal aku berpakaian rapi lagi”
Sontak, aku tertawa membaca ceritanya.
Kemudian aku bertanya, “kenapa kamu masuk ke jurusan matematika cang? Kamu suka dikacangin ya?”
“sebenarnya aku ingin sekali masuk ke jurusan teknik sipil, dan pendidikan matematika adalah pilihan keduaku. Aku sebenarnya suka dengan pendidikan matematika, apalagi prospek kerja kedepan pasti mulia. Dan kebetulan ayah aku juga seorang guru matematika, jadi langsung terpintas dipikiran, aku ingin meneruskan jejaknya.
Sebenarnya.... perasaan dikacangin itu sangat sakit. Sakitnya sampai kedalam-dalam. Tapi, karena aku sudah menganggap leting sombong keluarga, sebagai keluarga aku yang kedua, jadi aku menganggap bahwa dikacangin itu sebagai obat terapi untuk aku bisa bersikap sabar menghadapi semua rintangan kedepan.
Aku dari sini belajar sabar, mulai melihat diriku sendiri, apa yang salah dan apa yang berlebihan. Dan sepertinya aku menemukan semua itu dikeluarga sombong. Dikacangin, aku senang dan bahagia.”
Sumpah. Aku tertawa terbahak-bahak membaca cerita dia. Cerita pangeran kacang leting sombong Mohd Isa Ansari Nasution.
“kamu sa kayak tulus kali ya.. Hahaha. Aku ikutan bangga juga ah”
“hahaha... tulus dari lubuk hati paling dalam”
“pernah punya musuh?”
“alhamdulillah gak pernah
Haters yang banyak
Hahahaha”
“parah”
“hahaha”
Begitulah percakapan singkat si kacang dengan narator 096. Aku rasa, ini sudah cukup mewakilkan perkenalan kalian dengan salah satu tokoh di leting sombong 16. Nantikan saja cerita tokoh-tokoh lainnya ya
Suara cicitan burung dari pepohonan mulai terdengar, siang siang pun mereka bernyanyi. Seolah mereka tahu melodi yang pas untuk mengakhiri cerita pendekku kali ini.
Dia begitu tidak sabarnya ingin bumi mengetahui tentangnya -.-

Comments

Ngakak so hard bee😅😅😅
Putri khalida said…
Ngakak 😂
Pangeran kacang, dimana putri kacang nya??
Taby_015 said…
Huahahaha bee. Aku nulisnya pun ngakak bee
Taby_015 said…
On the way, tungguin aja, InsyaAllah wkwkwk
Isa said…
Ngada putri2, cukup pangeran aja😂

Popular Posts