Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

Raisnya Rita Yang Tercinta

Kau tahu rais? Kau sudah membuatku menanti. Padahal kau sudah pergi. Sampai sekarang pun aku masih mengingatmu.
Rais? Kemana saja kau selama ini?
Ohh aku lupa. Kau sudah nyaman disana.
Rais? Aku tidak bisa menemanimu disana. Kau tahu itu. Namun kau memilih meninggalkan aku.
Begitulah, setiap malamnya rita selalu saja membayangkan wajah kekasihnya. Setiap malam pula dia berbicara dengan bayangan, berharap rais mendengar setiap kata darinya.
Rita....
Wanita kesepian yang merindukan rais setiap malam, siang, pagi, ataupun petang.
Rita melanjutkan....
Rais.... aku begitu merindukanmu.
Kembalilah padaku...
Rita meneteskan air mata.
Rita ku sayang, jangan menangis. Aku sudah tidak apa-apa, aku sudah nyaman disini.
Kau jalani saja cerita hidupmu yang baru tanpaku. Aku sudah tidak apa-apa. Jangan menangis lagi. Lupakan saja aku. Tidak apa-apa. Aku sudah pergi sejak lama....
Dua tahun yang lalu, kau begitu setia kepadaku, bahkan pun sampai sekarang ini. Dahulu kau merawatku dengan nyata, sekarang kau pun merawatku dengan doa.
Rita ku sayang....
Aku tidak bisa kembali lagi.
Rita masih sesenggukan dalam sepi dipojokan kamar. Lamat-lamat diantara aliran air bening, dia berucap. Rais ku sayang.... kembali lagi. Aku mohon.
Bayangan rita hanya diam sahaja. Menyahut pun tidak. Bayangannya rita memang sudah bisu melihat remuknya hati rita ditinggal pergi rais.
Dibalik tembok kamar, perawat berkata "pasien di kamar ini kembali menangis sendiri".
Perawat lainnya menjawab "benar, setiap malam dia menangis. Dia mengalami gangguan jiwa dikarenakan kesedihan yang mendalam. Dikarenakan kehilangan yang mendalam."
"Ya sudah, mari kita masuk"
"Ibu rita, barusan bapak rais menelfon, dia akan segera kembali menuju kemari. Sekarang ibu rita jangan menangis lagi, sudah malam. Beristirahatlah yaa"
Dalam larutnya malam, perawat di rumah sakit jiwa itu menghibur rita. Menghibur dia yang terlalu sedih karena meninggalnya sang suami. Raisnya rita yang tercinta.

Comments

Popular Posts