Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

OPTIKA'17 || A CUP OF TEA

Biarlah ku beri rusuh pada sunyi di malam minggu ini.
Ku kuak beberapa kata untuk menemani sepi. Mengenang segala hal yangbterjadi beberapa hari ini.
Ku pilih satu, untuk topik di malam ini. Malam minggu yang selalu sama namanya di setiap minggu.
Taby, kau tahu?
Sudah berapa lama aku disini?
Iya, anggaplah sepuluh menit yang lalu.
Malam minggu yang selalu sama namanya di setiap minggu.
Taby, ada yang berbeda.
Aku tidak lagi di tempat yang sama.
Minggu yang lalu masih riuh saja. Maklum lah, aku kan di asrama. Mereka berlalu lalang. Dikamarpun tidak bisa tenang, ramai. Selalu ada orang.
Taby, ada yang berbeda.
Aku tidak lagi di tempat yang sama.
Maklum lah, malam ini aku merikan diri.
Hahaha
Aku memilih untuk pergi, mencari keriuhan yang berbeda dari malam-malam dulu yang pernah ada.
Taby, malam ini tidak sunyi. Masih saja sama riuhnya. Tapi..... dengan suara yang berbeda.
Ku rahasiakan yang satu ini yaa :3
Malam kelam tepat diatasku yang sedang berjalan sendiri, mengelilingi halaman rumah seseorang.
Taby, aku bukan pencuri. Tolong jangan berfikir yang macam-macam.
Ohhiya, bintang lumayan berserakan dimalam ini. Cahaya bulan juga masih sama warnanya.
Ohhiya, bukankah aku akan bercerita? Mengangkat satu topik yang sudah kulalui beberapa hari ini?
Ehm. Baiklah.
Akan kuceritakan untukmu.
Pernahkah kau mendengar OPTIKA?
Iya. Olimpiade matematika.
Eitss, bukan pula aku yang ikut olompiade itu ya. Bukaan.
Kau tahu lah aku seperti apa.
Baiklah, aku lanjutkan lagi ceritaku.
Saat itu, aku masih sibuk saja dengan duniaku. Dunia misteri yang kuciptakan sendiri. Kemudian, hp ku berbunyi. Nomor yang tidak dikenal. Yah, ku angkat saja lah.
"Iya, assalamualaikum?"
"Waalaikum salam"
"Ini siapa ya?"
"Ini dengan kak bidadari dek. Ini dengan dek battousai?"
"Iya kak"
"Dek, adek mau jadi mc tidak besok pagi di acara optika?"
"Optika? Apa itu."
Singkat cerita, kak bidadari menjelaskan kepadaku, apa itu optika.
Optika alias olimpiade matematika adalah ajang uji kemampuan matematika yang di adakan oleh universitas nasional dari ibukota sana. Ah, malas lah aku menyebutkan nama universitas itu.
Aku tidak suka mendeskripsikan terlalu jelas mengenai sesuatu. Hahaha. Cukup mereka-mereka saja yang tahu.
Sipp okay? ;)

Jadi, mereka melaksanakan ajang olimpiade tingkat nasional yang seleksinya diselenggarakan di 13 daerah berbeda di indonesia.
Aceh salah satunya. Ditempatku belajar, di kampusku, di jurusanku, mereka mengajak kami bekerja sama.
Aku, salah satu panitia dadakan yang terpeleset bersama mereka di ajang optika tersebut.
Seleksi ini ditujukan untuk seluruh murid-murid Min, Mtsn, maupun Man. Selama dibawah naungan kementerian keagamaan, maka mereka boleh-booeh saja ikutan.
Yups, karena telfon singkat tadi, resmilah aku bergabung bersama panitia pelaksana acara tersebut.
Dalam satu hari itu, aku mengenal seseorang. Iya, dia adalah utusan dari universitas ibukota yang mengurus acara optika di wilayah Aceh.
Nina namanya. Kak nina. Berkaca mata, manis ketika tersenyum.
Awalnya aku masih bingung, ini kakak kok gapernah aku lihat ya sebelumnya?
Terus kok tiba-tiba rusuh ribut ngurus acara beginian ya?
Hahahahahaha.
Ternyata eh ternyata, beliau dari Jakarta.
Taby, aku lelah menulis. Capek tahu!
Tapi karena malam ini malam minggu, dan hanya kamu saja yang menemani, baiklah. Ku lanjutkan kembali cerita ini.
Seiring berjalannya waktu, seiring aktivitas di kepanitiaan, kami menjadi dekat.
Dalam pelaksanaan acara ini, aku mengenal beberapa wajah baru.
Ada kak bidadari, kak pinky, kak reuni.
Ada abang besar, yang hobinya suka sekali membawa kamera. Memfoto beberapa hal, manusia, benda, yang dianggap berguna oleh dia.
Padahal, aneh saja menurutku. Tapi okelah, masing-masing manusia punya kerjaan aneh yang berbeda-beda.
Ada abang ayam sayur juga. Iya, ayam sayur. Dia jahil sekali. Tapi aslinya dia seperti seseorang yang pemalu. Dasar ayam sayur.
Taby, kau tahu?
Dia suka sekali mengganggu temanku, si cungkring. Hahaha. Ada-ada saja.
Ohhiya, si cungkring. Dalam grup kepanitiaan kami, cungkring sering sekali dibuly disini.
Tidak hanya bang ayam sayur saja yang suka membuly dia. Tapi.... jafar juga.
Kau tahu jafar taby? Iya. Sama. Aku juga tidak tahu dia
Sampai akhirnya, kami berbicara, saat mengawasi adik-adik yang sedang mengerjakan soal olimpiade.
Oh tuhan, akhirnya aku mengenal mereka.
Ada yang berkacamata juga selain daripada kak nina. Bukan aku ya. Aku tidak termasuk.
Ada simpanse, aku mengenalnya. Dia salah satu makhluk yang aku takuti. Dia simpanse bertubuh kecil dan berkacamata. Dia adalah tipe perempuan yang rajin sekali. Aku tidak tahan melihat mereka yang begitu rajin, aku tidak tahan. Tidak tahannn taby 
Ada juga robot. Dia temanku. Dia manis, bertubuh sehat, ramah. Aku suka melihatnya.
Ada tuyul, dia berkacamata juga. Berkulit putih, sedikit pendiam.
Cungkring, simpanse, robot, dan tuyul adalah teman seunitku di kampus. Jadi, aku sudah mengenal mereka sejak dulu.
Ohh aku hampir lupa. Ada si payeh juga.  Ah taby, baru sadar aku, bayak pula yang berkacamata di kepanitiaan ini. Si payeh juga memakai kacamata, tapi kulitnya agak sedikit hitam dibandingkan tuyul.
Well, aku senang berkenalan dengan mereka.
Suatu hari, kami memtuskan untuk membawa kak nina berjalan-jalan, mengajak kak nina berkeliling mengunjungi beberapa destinasi wisata untuk dikunjungi.
Kami pergi ke masjid Baiturrshman, kemudian meusium Tsunami, PLT kapal apung atau apalah namanya itu aku bingung. Terakhir, kami pergi ke pantai, di lhoknga.
Pantai...
Dimana-mana ombak selalu saja mengacak-ngacak hatiku. Seolah-olah dia sedsng mengolok-ngolokku.
Sepertinya, sore ini air lautnya pasang. Deru suaranya menakutkan.
Aku melihat buih disana. Kemudian teringat "sesuatu"
Ah sudahlah... iya, buih. Huftt... dassr buih -.-
Oh taby, seharian itu kami sibuk berjalan-jalan. Pulang pun akhirnya diburu oleh waktu. Aku anak asrama, pulang pun harus tepat waktu. Baiklah, akhirnya kami pun pulang, beranjak meninggalkan pantai. Berbalap-balapan dijalanan ramai.
Maklum, waktu memburu kami.
Taby, aku tidak suka diburu. Jadi, aku yang kemudian memutuskan untuk memburu. Mempuru menerobos jalan ramai, melewati mobil-mobil yang menghalagi pandanganku.
Ada kejadian lucu dalam perjalanan pulang. Aku melihat abang ayam sayur mengelus-elus perut sapi hamil di pinggir jalan sambil lalu membawa motor.
Hahahaha.
Betapa genitnya dia, sapi dipinggir jalanpun digoda olehnya. Aku dan payeh tertawa berdua.
Aaaaaaaa. Suara histeris teriakan seorang perempuan.
Aku mendengar si cungkring berteriak. Payeh dan aku pun terkejut.
Bukankah si cungkring satu motor bersama abang besar?
Apa yang dilakukan abang besar sampai-sampai si cungkring histeris seperti itu?
Hahahahahahaha. Ternyata, si cungkring ketakutan. Maklum saja, abang besar juga sedang memburu jalanan dengan kecepatan tinggi. Saat di tikungan, elakan motornya menjadi tajam, si cungkring yang kemarin baru saja mengalami kecelakaan pun menjadi panik. Dia ketakutan.
Taby.. cerita hari itu berakhir.
Kami kembali ke habitat kami masing-masing.
Keesokan harinya, seleksi optika masih berlanjut. Pada hari itu aku tidak ikut berpartisipasi. Sesuatu terjadi. Aku harus mengurus yang satu ini.
Taby, hari itu adalah hari terakhir kak nina bersama kami. Di Aceh.
Sorenya kak nina pergi, terbang kembali menuju ibukota.
Well selamat kepada sekolah model yang sudah berhasil lolos seleksi olimpiade matematika di wilayah aceh. Kelak di Nasional nanti mampu menang kembali. Amiin.
The End~

Comments

Taby_015 said…
Maklumlah, malam ini aku melarikan diri. Mohon maaf atas kesalahan beberapa kata dalam pengetikan :V

Popular Posts