Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

My Second In August. MAHASISWA BARU

Agustus
Tahun 2017
Jika aku berfikir banyak hal yang tak terduga terjadi, maka itu benar. Banyak energi-energi baru yang ku rasakan.
Tahun lalu aku sebagai mahasiswa baru
Tahun ini aku sudah jadi yang biasa, lama, kuno. Sudah ada yang menggantikan posisi dulu.
Aku sudah resmi menjadi senior bagi angkatan baru kali ini.
Tahun lalu aku datang dengan penuh duka, dan gundah. Aku memaksa tersenyum, hingga akhirnya ikhlas tertawa.
Hari ini ditahun yang lalu aku juga berdiri dilapangan yang sama seperti mereka para maba (mahasiswa baru)
Yeah, alhamdulillah lulus. Syukur-syukur, yeah gitu deh.
Satu tahun merasakan menjadi mahasiswa itu merupakan sesuatu sekali. Aneh, unik, macam-macam.
Dari mulai dapat nilai yang oh wow sekali membuat perasaan hancur, mengurung diri, tidak boleh ada cahaya dikamar. Hanya aku, bantal, dan kasur. Wah aku masih ingat dengan nilai yang itu. Hahaha.
Ku ulang kembali ingatan itu. Aku bisa seceria malam ini karena sejarah pilu di masa lampau. Sebenarnya sih bukan sejarah pilu, melainkan pelajaran praktikum kehidupan. Hahaha
Satu tahun menjadi mahasiswa bagiku itu seperti terjun kesungai namun kamu masih mengawang-ngawang belum bisa berenang. Ya jadi kamu ikut terbawa arus saja, tidak paham, terus pas arusnya kencang ya kitanya malah terlempar kejedot karang. Duh sakit, gak enak.
Dosennya aneh-aneh. Macam-macam rasanya. Lengkap deh karakter mereka. Tapi ya sebagai murid mau bagaimanapun juga aku hormat-hormat saja.
Satu tahun menjadi mahasiswa, aku belajar untuk lebih menikmati segala hal, dan proses. Akhirnya aku percaya dengan kutipan "kerja keras itu tidak pernah mengkhianati hasil".
Dulu di semester 1, aku anaknya ura-urakan, malas belajar, suka nonton. Kalau misalnya besok ada ujian, aku belajarnya pakai sistem kebut semalam. Dan ternyata dunia itu tidak selalu ajaib seperti yang dibayangkan. Mana bisa aku mendapat nilai bagus jika hanya mengandalkan simsalabim dalam satu malam. Mana bisa aku menguasai semua materi itu. Ini tidak sama seperti di SMA/MAN dulu. Yups, aku gagal.
Semester berikutnya, aku mulai tobat. Mulai mengulang, berusaha mengejar ketertinggalan. Doa-doa pun mulai lebih sering kupanjatkan. Dan.., simsalabim. Semester kali ini lebih lumayan wkwkwk.
Malam di bulan agustus. Yeah, begitulah.
Mulai rajin bersyukur yaa, alhamdulillah deh ckckck.
Jasmani dan rohaniku sudah semakin berkembang rasanya. Pikiranku sudah melebar kemana-mana, mulai dari yang tidak pernah terfikirkan dulu hingga justru dibicarakan blak-blakan bersama teman. Wah, kadang aku lupa, aku sudah besar, sudah menjadi mahasiswa, bukan lagi anak SMA.
Hatiku sudah semakin besar. Banyak perasaan-perasaan yang berkecamuk didalamnya. Ada-ada saja.
Aku manusia biasa, gadis biasa.
Prinsipku yang simple-simple saja lah, selama hidup tidak mengganggu yang lain, dan justru bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama, aku sudah bahagia.
Aku pemimpi. Pemimpi dalam tidur. Kemudian bangun tersenyum. Yaa, ternyata mimpiku masih putih. Aku hanya ingin mengejar kesejahteraan, di dunia dan akhirat. Sudah, cukup. Yang penting aku ingin menyejahterakan kehidupanku supaya tidak merepotkan yang lain. Sudah, cukup. Yang penting kehadiranku membawa kegembiraan, disenangi kedatangannya. Sudah, cukup. Yang penting aku tidak melanggar aturan di dunia. Patuh dengan perintah Allah.
Yeah, seperti biasa. Kadar kemalasanku masih labil, sama seperti tahun lalu. Nah, yang ini agak sulit ya dirubahnya hahaha.
Nanti, aku akan menunggu cerita hebat di agustus berikutnya. Atau aku yang harus menciptakan cerita hebat tersebut? Amin kan saja ya :)
Semoga title mahasiswa yang ku bawa sekarang setiap tahunnya bertambah kualitas dan nilainya. Semoga setiap tahunnya, aku tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku kan juga lelah kalau hanya berlari di tempat itu-itu saja. Air saja selalu mengalir. Masa aku tidak mengalir-ngalir juga wkwkwk.
Semoga jika awalnya masuk kuliah menjadi mahasiswa kertasku masih kosong, paling tidak saat lulus kertasku sudah banyak berisi. Berisi sehingga kamu juga layak untuk membacanya. Amiin.
Btw, selamat menjadi mahasiswa baru ya dek :)

Comments

Popular Posts