Skip to main content

Featured

METAMORFOSIS

Masih dalam rangka 30 hari bercerita: Setelah makan pisang cokelat di bawah bangunan rumah Aceh pagi sebelum masuk ke kelas, aku merasa lebih siap mengumbar energi kembali. Tadi ini aku memulainya dengan mengajak mereka “bermetamorfosis”. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “Apa itu metamorfosis?” Lalu aku memutarkan sebuah video tentang metamorfosis untuk anak-anak. https://youtu.be/TeisJz4aIqs?si=xT1N8hw7Bp83Re0e “Perubahan bentuk,” itulah metamorfosis. Kemudian aku menambahkan, perubahan atau metamorfosis tidak hanya merupakan perubahan dalam bentuk fisik yang terlihat oleh mata, namun juga bisa dalam wujud yang tidak terlihat tetapi terasa—perkembangan jiwa. Bukankah ulat yang kemudian menjadi kepompong, lalu kupu-kupu, adalah hal yang indah? Apakah manusia juga akan mengalami metamorfosis? Salah satu di antara mereka menjawab, “Iya, teacher, dari bayi menjadi anak kecil, remaja, dewasa, dan kemudian orang tua.” Ya, itu dalam bentuk fisik. Apakah ada metam...

Puisi Yang Tak Pantas Dibanggakan

                                                 YANG TAK PANTAS DIBANGGAKAN
                                                               Oleh: Fadhilah Ata

Kuangkat tema tsunami yang terjadi bertahun-tahun lalu
Seolah duka tidak pernah sirna
Selalu dibahas itu-itu saja

26 desember 2004
Ku kenang di april 2017
Bukan !
Bukan ku kenang
Melainkan diingatkan

Gempa 9,3 sr
Menggoyang laut menari hura menghancurkan kota
Menyeret manusia tua, dewasa, dan balita
Tak kusebutkan remaja
Karena mereka sedang puber dimabuk cinta

26 desember 2004
Gara-gara satu bencana, membuat aceh terkenal ke mata dunia

Pada hari itu kita menangis
Benar-benar kalut oleh duka

Pada hari ini kita bangga, "Aku sudah dikenal oleh dunia"

26 desember 2004
Kocar kacir aku berlari
Berusaha mencari "Dimana ayah dan ibuku? Adik dan kakakku?"

"Laut telah membawanya"

Pada hari itu, aku menangis, berteriak histeris "mengapa tuhan merenggut mereka pergi dariku?"

Aku mengeluh seolah aku tidak pernah melakukan dosa
Padahal aku lupa
Akulah yang membunuh mereka
Akulah yang menghancurkan keluarga bahagia
Akulah yang menodong pistol ke kepala

Gempa 9,3 sr
Apakah itu kesalahan pencipta?
Tidak !
Bukan !

Itu adalah teguran kasih sayang
Teguran cinta kepadaku yang keras kepala

Sehebat-hebat siasat yang kurancang, bukankah tetap siasat Allah lah yang menang?

April 2017
Hari ini aku bangga
Sudah bangkit dari keterpurukan
Namun anehnya, tsunami masih saja ku ungkit-ungkit ulang
Padahal itu adalah duka yang seharusnya menjadi pelajaran.

Comments

Popular Posts