Bissmillahirrahmanirrahim, assalamualaikum guys, hei, kali ini aku mau berbagi cerita
Ada seorang gadis bernama windi, windi adalah anak pertama dalam keluarganya. gadis ini memiliki ramput yang ikal, dengan badan kurus, dan kulit hitam manis. berhubung windi adalah anak pertama, dia memiliki sifat berbangga diri dan pintar, serta agak egois.
suatu hari, windi sedang bercakap bersama temannya, raisa.
"idih raisa, aku muak banget deh kalau ngeliat cewek jelek tapi berasa diri cantik, sok kepedean. mending cewek cantik kepedean, kan wajar saja, dia memang cantik."
"gaboleh win, ngomongin orang gitu, lu berasa kayak lu aja deh yang kecantikan. kulit lu aja hitam, seharusnya lu gak pantas win ngejelek-jelekin orang. itukan hak dia." raisa menjelaskan komentar windi terhadap gaya cewek yang sedang mereka tonton di youtube, mereka sedang mengamati cewek yang di video menjelaskan tentang alat-alat kosemetik.
windi hanya diam saja, merasa tidak mengatakan hal yang salah menurutnya.
kemudian, datanglah seorang anak kecil mendekati windi dan raisa yang sedang duduk di kursi taman
"apa kabar kak raisa?"
"kabar baik dek"
kemudian windi menyela, "sok basa basi amat sih lu"
anak kecil yang mendengar respon windi hanya berpura-pura seolah tidak mendengar perkataan windi. kemudian dia justru bertanya,
"kak raisa, kak, menarik pukat itu gimana sih?"
belum sempat raisa menjawab, tiba-tiba windi langsung berkata
"idih lucu, pukat kok tanya sama kita, seharusnya kan tanya sama yang narik pukatnya langsung".
anak kecil tadi merasa aneh dengan sikap windi, perasaan dia hanya bertanya kepada raisa, namun kenapa windi yang malah menjawabnya. raisa yang mendengar jawaban windi, tidak terlalu peduli saat itu. justru raisa berusaha menjelaskan lebih detail mengenai tarik pukat itu apa kepada si anak tadi.
kemudian, setelah si anak pergi, raisa kembali mengkritik windi, "eh win, lu kenapa sih. si dedek tadi kan tanyanya baik-baik, terus dia juga tanyanya ke gue. kenapa elu yang jawab? terus jawabannya gitu juga lagi"
"Lagian, emang bener kok jawaban gue" jawab windi masih dengan sikap tidak berasa bersalah."
nah guys, berdasarkan cerita singkat gambaran diatas, menurut kalian, kalian sebel gak sih sama karakter windi yang seperti itu?
padahal raisa sebagai sang sahabat justru sudah menasehatinya secara terang-terangan dan lugas. namun windi masih bersikap biasa-biasa saja, seolah tidak ada hal yang salah yang sudah dilakukannya.
geram kan kalau jumpa spesies manusia yang seperti ini? merasa cantik padahal hitam, merasa pintar malahan bodoh.
begitulah kehidupan, memecahkan cermin ditangan.
agar kita tidak menjadi orang yang menyebalkan seperti si windi tadi, maka setidaknya kita harus peka dengan lingkungan ya, ada hal-hal yang baik dan tidak baik. letakkan sesuatu pada tempatnya.
berkomentar yang tidak menyakiti hati, dan menjawab dengan semestinya.
justru kita harus belajar dari sikap yang kurang baik windi ya, jangan justru kita lupa, bahwa sebenarnya sikap kita selama ini sama seperti sikap windi yang selalu merasa benar dan tidak pernah merasa bersalah.
semoga bermanfaat bagi diri ini :)
Comments